Contoh Hipotesis

contoh hipotesis

Contoh Hipotesis – Dalam menyusun suatu karya ilmiah, penelitian, skripsi, ataupun laporan kerja lapangan lainnya, Kita harus mencantumkan sesuatu bernama Hipotesis. Umumnya, Hipotesis akan dimunculkan pada BAB II. Tapi mengapa Kita harus memasukkan hipotesis ini ke dalam laporan?

Alasannya ternyata cukup sederhana. Ialah karena hipotesis nantinya akan dijadikan sebagai penentu arah atau pemandu bagi peneliti untuk menyelesaikan suatu penelitian.

Selain itu, hipotesis juga dianggap sangat bermanfaat dalam menjelaskan variabel-variabel yang hendak diuji. Lalu seperti apa contoh hipotesis yang baik dan benar? Dan bagaimana langkah yang diambil seorang peneliti dalam membuat hipotesis?

Pengertian Hipotesis

Pengertian Hipotesis

Ungkapan Hipotesis bermula dari Bahasa Yunani, yakni “hypo”  yang memiliki arti di bawah dan “thesis” yang artinya kepastian.

Dengan komponen pembentuk katanya, dapat disimpulkan bahwa hipotesis adalah suatu anggapan atau teori (penjelasan) yang sementara diterima untuk tujuan menafsirkan suatu peristiwa ataupun fenomena tertentu, dan akan digunakan untuk menjadi panduan dalam penyelidikan lebih lanjut.

Suatu hipotesis bisa dibuktikan benar ataupun salah, hanya saja hipotesis tersebut harus bisa disangkal keberadaannya. Hipotesis yang sudah disangkal oleh fakta secara mutlak secara otomatis akan berubah statusnya menjadi fakta, tetapi ketika hipotesis tersebut tetap tidak bisa disangkal hingga penelitian berakhir, maka hal tersebut bisa dikatakan telah terverifikasi.

Fungsi Hipotesis

Fungsi Hipotesis

Terdapat beberapa fungsi utama diadakannya suatu hipotesis dalam sebuah penelitian. Fungsi-fungsi tersebut ialah sebagai berikut.

  • Membantu peneliti melihat atau mempersoalkan hubungan dari variabel-variabel yang diangkat.
  • Mempermudah adanya perluasan pengetahuan dalam suatu bidang penelitian serta menjadi penjelasan sementara mengenai gejala-gejala dari suatu penelitian.
  • Sebagai media untuk menyatakan hubungan variabel yang dapat diuji secara langsung oleh peneliti.
  • Menjadi arahan atau pedoman bagi si peneliti dalam menyelesaikan penelitiannya.
  • Menjadi kerangka bagi seorang peneliti untuk melaporkan kesimpulan dari hasil penyidikan sementaranya.
  • Menjadi penguji teori dalam penelitian.
  • Mendorong munculnya teori-teori baru.

Baca Juga : Contoh Rumusan Masalah

Cara Membuat Hipotesis

Cara Membuat Hipotesis

Dalam menyusun suatu hipotesis, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu:

1. Mengacu pada teori ilmiah

Agar memudahkan Kita, sebagai peneliti,  dalam merumuskan atau menuliskan hipotesis, sebaiknya Kita menurunkan postulat (asumsi) atau dugaan dari sebuah kajian ilmiah yang diambil. Sehingga di tahap selanjutnya, hipotesis yang disusun dapat dibuktikan secara empiris serta mampu menjadi simpulan dalam suatu penelitian.

2. Mengacu pada fakta ilmiah

Disamping mengacu pada teori ilmiah, ketika seorang berencana untuk merumuskan sebuah hipotesis, Ia juga harus menggunakan acuan fakta di dalamnya. Secara umum, fakta tersebut diartikan sebagai sebuah kebenaran yang sesuai dengan kenyataan dan diterima oleh nalar serta mampu dikenali oleh panca indera.

Terdapat beberapa cara yang bisa ditempuh untuk memperoleh fakta ilmiah yang nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam merumuskan hipotesis. Salah satu cara tersebut ialah sebagai berikut:

  1. Memperoleh data secara langsung dari sumber aslinya.
  2. Fakta yang digunakan sudah diidentifikasi terlebih dahulu dengan cara menafsirkan dan menggambarkannya dari sumber primer.
  3. Memperoleh fakta dari narasumber yang melakukan identifikasi dengan menyusun data faktual dalam bentuk penalaran abstrak (abstract reasoning).

Terdapat pula sumber lain yang digunakan sebagai acuan untuk merumuskan hipotesis selain dari teori dan fakta ilmiah, yaitu:

  1. Serangkaian ilmu yang dapat menghasilkan teori secara relevan.
  2. Analogi.
  3. Sebuah kebudayaan yang menjadi wadah terbentuknya suatu ilmu atau teori yang relevan.
  4. Reaksi yang diberikan oleh individu terhadap sesuatu dan pengalaman.

Dengan memperhitungkan adanya pengetahuan dan teknik terkini beserta fakta realistis, hipotesis harus bisa diuji. Apabila seorang peneliti tidak memiliki anggaran yang cukup, maka tidak akan ada gunanya saat menghasilkan hipotesis dengan tingkat kerumitan tinggi. Pasalnya, hipotesis yang dikemukakan itu harus bisa diverifikasi secara analitis dan statistik.

Meski begitu, faktanya adalah suatu hipotesis tidak akan pernah terbukti. Sehingga akan jauh lebih tepat jika Kita menggunakan istilah ‘diverifikasi’ atau ‘didukung’. Hal ini mengandung arti bahwa suatu penelitian akan menunjukkan serangkaian bukti untuk mendukung hipotesis dan memerlukan penelitian lebih lanjut setelahnya.

Ada beberapa hal sederhana yang perlu diperhatikan dalam merumuskan sebuah hipotesis, yaitu:

  1. Disampaikan dalam bahasa yang jelas dan singkat.
  2. Memiliki variabel dependen dan independen.
  3. Bisa dibuktikan ataupun disangkal.
  4. Menjadi prediksi atau spekulasi pada suatu hasil.
  5. Variabelnya dapat diukur.
  6. Hipotesis yang diusulkan memuat tentang hubungan antara dua variabel atau adanya intervensi ke dalam hubungan ini.

Ciri-Ciri Hipotesis

Ciri-Ciri Hipotesis

Menurut Tuckman dan Harper dalam Setyosari (2016), hipotesis mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Hipotesis berkaitan dengan hubungan antara dua variabel atau bisa lebih.
  • Hipotesis dinyatakan secara jelas dalam bentuk kalimat pernyataan yang bisa diuji.
  • Hipotesis bisa diungkapkan dalam bentuk operasional yang bisa dinilai berdasarkan data.

Menurut Ary dalam Wagiran (2014), hipotesis yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • Mempunyai daya penjelas, yaitu hipotesis harus jelas penjelesannya yang mungkin bisa diterangkannya.
  • Merupakan hubungan yang diharapkan diantara variabel-variabel.
  • Konsisten dengan pengetahuan yang sudah ads, yaitu dengan cara tidak bertentangan dengan teori, hipotesis dan hukum-hukum yang sebelumnya sudah ada.
  • Dinyatakan dengan kalimat yang sederhana.
  • Harus bisa di uji.

Manfaat Dari Hipotesis

Manfaat Dari Hipotesis

Pada dasarnya hipotesis digunakan dalam suatu penelitian karena memiliki banyak sekali manfaat bagi semua orang. Berikut ini ada beberapa manfaat dari hipotesis.

  • Untuk menerangkan suatu masalah yang terjadi di dalam penelitian.
  • Sebagai penentu arah bagi suatu penelitian.
  • Berfungsi untuk kerangka dari analisa yang digunakan untuk membuat kesimpulan dari penelitian tersebut.
  • Berfungsi untuk panduan atau pedoman untuk menentukan metode analisa data.
  • Untuk menjelaskan beberapa variabel yang hendak di uji.
  • Sebagai pedoman untuk melakukan pengujian terhadap fakta dan antar fakta.
  • Untuk mengkorelasi hubungan antar fakta.

Contoh Hipotesis

Contoh Hipotesis

Di bawah ini merupakan beberapa contoh dari sebuah hipotesis berdasarkan jenisnya.

1.     Contoh Hipotesis Deskriptif

Jenis hipotesis deskripsi biasanya dinyatakan melalui simbol-simbol seperti Ho dan Ha pada penerapannya. Berdasarkan ungkapan dari Sugiyono, hipotesis deskripsi merupakan suatu dugaan sementara akan nilai dari sebuah variabel mandiri atau hubungan.

Misalnya saja jika suatu hipotesis memiliki rumusan masalah penelitian sebagai berikut:

  1. Berapa kisaran kandungan yang ada dalam Parasetamol di tablet X?
  2. Berapa lama waktu kadaluarsa dari produk A pada T refri?

Maka rumusan hipotesisnya adalah:

  • Ho: Kisaran kandungan parasetamol yang di dalam tablet X ialah 500 mg per tabletnya.
  • Ha: Tenggang kadaluarsa yang dimiliki oleh produk A pada suhu refri adalah 10 hari.

2. Contoh Hipotesis Asosiatif

Jenis selanjutnya dari hipotesis adalah hipotesis asosiatif. Jenis ini dapat menyatakan sebuah pernyataan yang mampu memperlihatkan dugaan antara hubungan dua variabel atau lebih. Untuk lebih jelasnya, berikut ini ialah contohnya.

Misalnya saja jika suatu hipotesis memiliki rumusan masalah penelitian sebagai berikut:

  1. Apakah ada hubungan yang terbentuk antara volume penjualan buah apel dengan harga yang buah yang ditawarkan?
  2. Apakah ada pengaruh langsung dari pemupukan tanaman Apel Manalagi terhadap kadar gula buah yang dimilikinya?

Maka rumusan hipotesisnya adalah:

  • Ho: Tidak ada hubungan yang terbentuk antara volume penjualan buah apel dengan harga buah yang ditawarkannya.
  • Ha: Tidak ada pengaruh langsung dari pemupukan suatu jenis tanaman buah apel terdapat kadar gula yang dikandungnya.

3. Contoh Hipotesis Komparatif

Hipotesis komparatif adalah jenis hipotesis yang berisikan pernyataan-pernyataan umum dengan memperlihatkan dugaan akan nilai dari satu variabel atau lebih kepada sampel yang berbeda.

Misalnya saja jika suatu hipotesis memiliki rumusan masalah penelitian sebagai berikut:

  1. Apakah terdapat perbandingan nyata antara produktivitas Apel manalagi yang diproduksi di Kota Poncokusumo dan di Batu?
  2. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar gula yang dikandung buah Apel Manalagi dan buah Apel Anna dari Kota Batu?

Maka rumusan hipotesisnya adalah:

  • Ho: Tidak ada perbedaan antara produktivitas buah Apel baik di Kota Poncokusumo ataupun Kota Batu.
  • Ha: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar gula buah Apel Manalagi dan Buah Apel Anna.

Contoh lain dari hipotesis komparatif adalah sebagai berikut:

Rumusan masalah dalam hipotesis:

  1. Bagaimana perbedaan yang ditunjukkan oleh nilai penjualan barang antara sebelum atau sesudah memasang iklan.
  2. Apakah ada perbandingan antara produktivitas yang dihasilkan oleh karyawan antara sebelum dan sesudah melakukan pelatihan keterampilan?

Maka rumusan hipotesisnya adalah:

  • Ho: Tidak ada perbedaan yang signifikan dari nilai penjualan barang antara sebelum maupun sesudah memasang iklan.
  • Ha: Terdapat perbedaan yang jelas pada nilai produktivitas karyawan antara sebelum dan sesudah melakukan pelatihan keterampilan.

4. Contoh Hipotesis Statistik

Hipotesis statistik adalah sebuah hipotesis operasional yang biasanya direpresentasikan dengan angka-angka statistik yang sebelumnya sudah disesuaikan dengan alat uji dari peneliti.

Biasanya, jenis hipotesis ini dinyatakan dalam bentuk Hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha). Misalnya:

  • Ho: Harga saham tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai ekonomis suatu barang.
  • Ha: Harga saham memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam mempengaruhi nilai tambah ekonomis suatu barang.

5. Contoh Hipotesis Penelitian Skripsi

Sama halnya dengan karakteristik yang dimilikinya, sebuah hipotesis penelitian ilmiah harus bisa menjelaskan suatu fakta secara sederhana. Dengan merumuskan hipotesis dalam penelitian tesis, skripsi, atau penelitian lainnya, maka akan diperoleh teori baru dan hasil yang sebenarnya.

Misalnya saja jika suatu hipotesis memiliki rumusan masalah penelitian sebagai berikut:

  1. Apa pengaruh dari suku bunga Bank Konvensional terhadap pertumbuhan deposito mudharabah yang ada di perbankan Syariah?
  2. Bagaimana pengaruh dari diadakannya sistem bagi hasil terhadap pertumbuhan deposito mudharabah di perbankan Syariah?
  3. Bagaimana pengaruh yang ditunjukkan oleh inflasi terhadap pertumbuhan deposito mudharabah dari perbankan Syariah?

Maka rumusan hipotesisnya adalah:

  • H1: Diduga adanya pengaruh negatif yang cukup signifikan dari tingkat suku bunga simpanan terhadap adanya pertumbuhan deposito mudharabah pada Perbankan Syariah.
  • H2: Diduga tingkat suku bunga Bank Konvensional dan pertumbuhan deposito mudharabah di Perbankan Syariah memiliki pengaruh negatif yang cukup signifikan.
  • H3: Diduga inflasi dan pertumbuhan deposito mudharabah di Perbankan Syariah memiliki pengaruh negatif yang cukup signifikan.

Contoh lain hipotesis untuk penelitian skripsi adalah sebagai berikut:

Rumusan masalah dalam hipotesis:

  1. Bagaimana hubungan antara hasil nilai ujian kelas 3 IPA 2 MAN 1 Papua Barat dengan penggunaan smartphone oleh para pelajarnya?
  2. Bagaimana hubungan antara penggunaan smartphone di kelas 3 IPA 2 MAN 1 Papua Barat terhadap perilaku yang ditunjukkan oleh pelajar kelas tersebut?

Maka rumusan hipotesisnya adalah:

  • Ho: Tidak ada hubungan antara hasil nilai ujian yang didapatkan oleh kelas 3 IPA 2 MAN 1 Papua Barat dengan penggunaan smartphone oleh para pelajar.
  • Ha: Tidak ada hubungan antara penggunaan antara penggunaan smartphone di kelas 3 IPA 2 MAN 1 Papua Barat dengan perilaku pelajarnya.

6. Contoh Hipotesis Karya Ilmiah

Berikut ini merupakan contoh dari hipotesis karya ilmiah. Misalnya saja jika suatu hipotesis memiliki rumusan masalah penelitian sebagai berikut:

  1. Apa itu game online dan bagaimana tipe game online seperti apa yang sering dimainkan oleh pelajar?
  2. Bagaimana dampak yang akan timbul saat pelajar kecanduan game online?
  3. Bagaimana langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah seorang pelajar kecanduan game online?
  4. Bagaimana cara yang paling tepat untuk mengatasi kecanduan game online pada remaja?

Maka rumusan hipotesisnya adalah:

  • Diduga semua pelajar yang kecanduan game online sudah mengetahui apa pengertian dari game online beserta tipe-tipe yang dimilikinya.
  • Diduga kecanduan game online memiliki dampak yang cukup besar bagi pelajar dan pelajar tersebut sudah mengetahuinya.
  • Diduga terdapat beberapa cara yang bisa ditempuh guna mencegah adanya kemungkinan kecanduan game online bagi pelajar.
  • Diduga terdapat beberapa cara yang tepat untuk mengatasi kecanduan game online bagi pelajar.

7. Contoh Hipotesis Penelitian Eksperimen

Contoh darj hipotesis tentang fermentasi tepung kimpul yang secara spontan dengan variabel bebasnya lama fermentasi dan rasio air, variabel terikatnya adalah kelarutan, warna, swelling power, viskositas, dan densitas kamba.

H1 = Diduga ada interaksi antara lama fermentasi dan rasio air terhadap warna dari tepung kimpul hasil dari hasi fermentasi.

H2 = Diduga ada interaksi antara lama fermentasi dan rasio air terhadap kelarutan tepung kimpul hasil dari fermentasi.

H3 = Diduga ada interaksi antara lama fermentasi dan rasio air terhadap viskositas tepung kimpul hasil dari fermentasi.

H4 = Diduga ada interaksi antara lama fermentasi dan rasio air terhadap swelling power tepung kimpul hasil dari frementasi.

H5 = Diduga ada interaksi antara lama fermentasi dan rasio air terhadap densitas kamba tepung kimpul hasil dari frementasi.

8. Contoh Hipotesis Kerja

Salah satu fungsi lainnya dari hipotesis adalah untuk membantu pengerjaan dalam sains. Di bawah ini adalah contoh untuk Hipotesis kerja H1 yang terkait dengan biologi.

  • Dengan cara melukai kulit pada batang tanaman bisa mempengaruhi terbentuknya suatu buah di tanaman mangga.
  • Kecambah yang bisa disuplai cahaya matahari dan air yang cukup bisa tumbuh dengan daun yang mempunyai klorofil jika dibandingkan dengan kecambah yang diletakkan pada tempat yang gelap, kecambah pun bisa tumbuh dengan air yang cukup dan tak cukup cahaya. Dengan begitu membuat kecamba bisa tumbuh secara memanjang dengan cepat ketika tidak memiliki klorofil.

Semua jenis dancontoh hipotesisdi atas dapat dijadikan sebagai acuan bagi Anda yang hendak merumuskan hipotesis untuk suatu penelitian ilmiah.

Mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat bagi Kita semuanya, apabila ada kesalahan kata mohon untuk di maafkan.

Leave a Reply