Contoh Laporan PKL

Contoh Laporan PKL

Contoh Laporan PKL – Laporan adalah hal yang selalu wajib dikerjakan bagi para pelajar atau mahasiswa yang melakukan kegiatan di luar sekolah atau kampus.

Salah satu kegiatan yang harus dilaporkan adalah Praktek Kerja Lapangan (PKL). Dalam membuat laporan untuk PKL, banyak sekali hal yang harus dituliskan, lho. Anda yang sedang pusing membuat laporan PKL, tenang saja!

Di bawah ini ada banyak contoh mengenai laporan-laporan PKL yang bisa memudahkan Anda dalam menyusun sebuah laporan yang sesuai dengan standar pada umumnya. Seperti apakah contoh-contoh laporan tersebut?

Contoh Laporan PKL SMK Akuntansi

Contoh Laporan PKL SMK Akuntansi

Selanjutnya, ada contoh laporan PKL dari SMK Akuntansi, berikut adalah contohnya :

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) KOMPETENSI KEAHLIAN AKUNTANSI SMK MANDIRI GLOBAL RIAU TAHUN AJARAN 2017/2018 DI PT. PELITA NUSANTARA V

Kata Pengantar

Alhamdulillah penyusun panjatkan sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Tujuan dari penyusunan Laporan Praktik Kerja Lapangan ini merupakan sebuah tanggungjawab yang harus disusun oleh penulis.

Laporan ini disusun berdasarkan pengalaman selama PKL di PT. Pelita Nusantara . Dalam menyusun laporan ini, penyusun ini menyampaikan banyak sekali rasa terima kasih kepada :

  • Bapak Fatkhurrahman SE, selaku pimpinan PT. Pelita Nusantara Riau
  • Bapak Drs. Daniar Wahyudi, M.Pd, selaku Kepala SMK Negeri 2 Pati.
  • Ibu Tania Abdurrahman, selaku pembimbing industri.
  • Bapak Qodar Abdullah M.M, selaku Ketua Kompetensi Keahlian Akuntansi
  • Kedua orang tua dan pihak yang telah membantu penyusun.

Penyusun sadar mungkin masih ada beberapa kesalahan dalam menyusun laporan ini. Oleh sebab itu kritik dan saran sangat penyusun terima dengan senang hati demi untuk menyempurnakan penyusunan laporan ini.

Penyusun berharap semoga hasil-hasil yang dituangkan pada laporan ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukan. Harapannya semoga laporan ini sangat bermanfaat untuk adik kelas yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan.

Riau, 20 Mei 2018

Penyusun

 

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Sesuai dengan ketetapan dan kurikulum, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Akuntansi, maka siswa dan siswi SMK Mandiri Global diwajibkan untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk memenuhi salah satu program kurikulum yang diujikan pada Ujian Nasional.

Penilaian pembelajaran berbasis kompetensi adalah hal yang diwajibkan karena itu adalah sebuah proses penilaian untuk memberikan semua bukti-bukti belajar dan portofolio yang dilakukan oleh penguji.

Tahap demi tahap harus memang dilakukan sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan untuk dijadikan acuan pengambilan keputusan ke depannya apakah seorang siswa dianggap sudah kompeten atau belum. Apabila setiap siswa telah menyelesaikan PKL, maka siswa tersebut dianggap benar-benar telah memenuhi segala persyaratan standar kompetensi yang dibebankan.

Penilaian melalui laporan PKL diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap suatu kompetensi dan adanya laporan PKL ini tentunya untuk mendorong rasa tanggung jawab dan partisipasi penulis sebagai peserta didik.

Laporan PKL yang dilakukan ini keseluruhannya tentu harus sesuai dengan tujuan pendekatan atau kecakapan hidup yang dapat dilakukan diakhir pembelajaran ini.

Penyusun sendiri melaksanakan PKL di PT. Pelita Nusantara dan menjalani PKL dengan sebaik-baiknya tugas karena PKL menjadi pelaksanaan tugas akhir yang sangat penting sebagai tolak ukur kemampuan yang penyusun miliki sehingga dapat dikatakan kompeten di bidangnya.

  1. Tujuan PKL

Dalam implementasinya, program PKL sendiri memiliki tujuan seperti :

  1. Mendahulukan atau mengutamakan persiapan siswa didik agar bisa sukses atau berhasil dalam memilih suatu karir. PKL juga diharapkan bisa memberi kemampuan siswa didik untuk berkompetensi dalam mengembangkan diri dengan cara belajar bekerja.
  2. Mengutamakan persiapan para siswa didik untuk bisa memasuki suatu lapangan pekerjaan dan mampu untuk mengembangkan bakat atau potensi yang dimilikinya dengan sangat profesional.
  3. Meningkatkan kualitas kerja yang bagus, memperluas pengetahuan yang tinggi dan bisa memantapkan pikiran dan keterampilan yang dimiliki siswa didik untuk bersiap memasuki suatu lapangan pekerjaan yang sesungguhnya.
  4. Menjadikan siswa didik khususnya siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) mampu bersaing di dunia kerja dengan berbagai kompetitor dan background pendidikannya masing-masing.
  5. Mampu meningkatkan kualitas siswa didik baik dari segi saling menghargai dan mematuhi terhadap orang lain dan mempunyai sikap disiplin, tertib dan terorganisir dengan baik ketika memasuki dunia kerja.

BAB III IDENTITAS PERUSAHAAN

  1. Profil Perusahaan
  2. Pelita Nusantara pada awalnya merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP) No. 10 Tahun 1996 Tentang Penyetoran Modal Negara Republik Indonesia untuk mendirikan Perusahaan.

Perusahaan memiliki beberapa program di untuk disiplin dan keselamatan kerja seperti :

  • Setiap karyawan atau anak PKL pukul 00 WIB diharuskan sudah berada di kantor.
  • Setiap karyawan atau anak PKL tidak dibolehkan merokok di dalam ruangan.
  • Tidak boleh mencuri atau mengambil barang milik orang lain.
  • Harus menggunakan pakaian yang sebagaimana telah ditetapkan perusahaan dan harus sopan.

Sementara untuk keselamatan kerja, ada beberapa hal yang diatur untuk menunjang keselamatan kerja, di antaranya adalah memakai sepatu dan baju kerja dan memelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertiban.

A. Jenis Kegiatan Perusahaan

Pelita Nusantara memiliki beberapa kegiatan yang rutin dilakukan setiap hari di antaranya adalah :

  1. Lobi
  • Memberi kartu tamu dan menerima kartu identitas
  • Menerima kartu tamu dan mengembalikan kartu identitas
  • Mengekspedisi dan mendistribusikan surat masuk dan keluar
  • Mengarahkan tamu ke tujuannya
  1. Foto Copy
  • Memfotocopy surat dari Bagian dan Direksi untuk digandakan dan diserahkan ke bagian terkait dan Direksi
  • Memasukkan data surat ke komputer dan memasukkannya ke masing- masing loker (untuk di kirim kebun dan PKS)
  • Mengeprint dan menjilid surat atau dokumen sesuai kebutuhan
  1. Sekreariat
  • Membuat nomor agenda surat untuk diteruskan ke Direksi (di komputer dan pada lembar disposisi)
  • Fotocopy surat dan mengirim surat ke Bagian (di ekspedisi sebelum didistribusikan)
  • Membuat nomor dan surat permohonan jalan
  • Print PDL (Permohonan Dinas Luar) dan SPJ (Surat Perintah Jalan)
  • Scan surat dan dikirim melalui email
  • Arsip surat dan SPJ

4. Produksi

  • Melakukan produksi massal
  • Melakukan kontrol terhadap hasil produksi
  • Mendistribusikan hasil produksi

BAB II PEMBAHASAN

A. Jadwal PKL

Penyusun melaksanakan PKL selama 30 hari aktif terhitung mulai tanggal 29 Januari hingga 10 Maret 2018. Selama 30 hari melaksanakan PKL, jadwal penyusun mengikuti jam kerja kantor yakni mulai pukul 08.00 WITA hingga 17.00 WITA. Selama 30 hari melaksanakan PKL, penyusun absen 2 kali dikarenakan sakit dan acara keluarga. Berikut adalah rinciannya :

Masuk 28 hari
Izin 1 hari
Sakit 1 hari
Alpa 0 hari

B. Pembahasan Kerja Secara Praktek

  1. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang ada di bawah ini adalah alat-alat yang membantu proses kerja selama PKL di antaranya adalah :

  • Kertas HVS

Kertas HVS PT. Pelita Nusantara di Bagian Sekretaris Perusahaan berguna untuk mencetak berbagai surat. Kertas HVS digunakan untuk keperluan surat keluar yang diserahkan kepada pihak ketiga dan memo antar Bagian/Kebun/PKS/Unit.

Kertas HVS juga digunakan untuk pembuatan Surat Kuasa, Surat Keterangan dan lain-lain, yang ditandatangani oleh Direksi/Kepala Bagian dilengkapi dengan stempel perusahaan. Kertas yang digunakan untuk pihak ketiga harus memiliki logo PTPN V dan distempel oleh PT. Pelita Nusantara sedangkan untuk surat internal memakai kertas HVS polos tanpa logo maupun stempel.

  • Lembar Disposisi

Lembar disposisi adalah lembar yang digunakan sebagai alat komunikasi tertulis yang ditujukan kepada bawahan dari atasan yang berisi sebuah informasi maupun perintah.

  • Map

Map dijadikan sebagai wadah surat atau dokumen yang hendak difotocopy ataupun surat yang telah difotocopy dan surat-surat penting sebelum diarsip

  • ATK (Alat Tulis kantor)

Alat tulis kantor merupakan sarana penunjang yang kehadirannya sangat penting agar administrasi perusahaan bisa berjalan sebagaimana fungsinya.

  • Stapler

Stapler merupakan sebuah alat yang sangat berfungsi untuk menyatukan berbagai kertas agar terlihat lebih rapi.

  • Numerator

Numerator adalah benda yang berfungsi untuk memberikan tanggal pada lembaran yang berisi disposisi dan juga digunakan pada buku ekspedisi.

  • Klip Binder atau Penjepit Kertas

Penjepit kertas atau bisa juga disebut dengan klip adalah alat yang fungsinya sama dengan stapler, berguna untuk menyatukan dua lembar kertas atau lebih dan ukurannya bisa disesuaikan dengan jumlah kertas. Kertas yang dijepit dengan klip ini tidak seperti stapler karena sifatnya yang mudah dilepas lagi. Penggunaan klip kertas dinilai jauh lebih praktis daripada menggunakan stapler.

  • Perforator

Perforator adalah sebuah alat yang digunakan untuk melubangi kertas ketika ingin mengarsipkan sebuah dokumen penting atau surat masuk dan keluar.

  • Cutter

Cutter merupakan sebuah alat pemotong yang berfungsi untuk memotong kertas dengan cara digeser.

  • Ordner

Ordner merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengarsipkan semua surat masuk dan keluar proses pencarian arsip.

  • Kalkulator

Kalkulator merupakan alat yang memiliki fungsi untuk berhitung dan alat ini sangat dibutuhkan dalam dunia akuntansi.

  1. Uraian Kerja Selama PKL

Selama 30 hari PKL, penyusun melaksanakan peran dan tugas dengan bantuan alat dan bahan yang telah dijelaskan di atas. Penyusun melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap sarana dan prasarana kantor yang perlu dilakukan agar sarana dan prasarana kantor bisa tahan lama dan berfungsi dengan baik. Adapun uraian kerja selama PKL yang dilakukan oleh penyusun adalah :

  1. Membantu perhitungan omset laporan harian perusahaan.
  2. Membantu pembukuan harian perusahaan.
  3. Melakukan pencatatan dan penomoran mesin-mesin kantor dan inventaris kantor lainnya.
  4. Melakukan penyusunan jadwal perawatan mesin-mesin kantor.
  5. Melaksanakan aktivitas-aktivitas perawatan dan perbaikan inventaris kantor.
  6. Selalu memisahkan barang yang rusak dengan barang yang tidak rusak.

BAB III PENUTUP

1. Kesimpulan

Setelah penyusun melaksanakan PKL di PT. Pelita Nusantara dan membuat laporan ini, maka penyusun dapat menyimpulkan beberapa hal antara lain :

  • Kegiatan PKL adalah sebuah aktivitas yang sangat positif bagi siswa terutama siswa SMK karena melalui kegiatan PKL ini siswa bisa meningkatkan kompetensi yang dimiliki.
  • Kegiatan PKL juga merupakan sebuah kesempatan yang sangat mengasah keterampilan dan tanggungjawab serta kedisiplinan siswa SMK.
  • Dengan adanya PKL, siswa bisa mengembangkan kemampuan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
  • PKL yang dilaksanakan selama kurang lebih 1 bulan sangat bagus untuk menambah keterampilan siswa dalam setiap praktik dan siswa bisa menerapkan teori-teori yang didapat ketika belajar di sekolah.

2. Saran

Penyusun sangat ingin mengemukakan beberapa saran yang belum bisa diungkapkan secara langsung. Harapannya melalui tulisan laporan ini, saran yang penulis sampaikan dapat dijadikan sebagai bahan masukan, saran- saran tersebut adalah :

  • Kepada pihak SMK Mandiri Global agar lebih meningkatkan kualitas siswa-siswinya dengan cara menempatkan para siswa-siswinya pada tempat PKL yang dirasa sesuai dengan kompetensi keahlian yang telah diajarkan selama melaksanakan pembelajaran di kelas masing-masing.
  • Kepada siswa SMK Mandiri Global agar lebih memantapkan pelajaran yang telah diserap tentang ilmu akuntansi dan banyak dipraktekkan ketika sedang mendapat tugas terkait pembukuan dan laporan omset.
  • Kepada pihak PT. Pelita Nusantara, penyusun selalu mendoakan agar perusahaan tetap berkembang sampai kapanpun dan semoga semua visi dan misinya bisa terus digerakkan oleh semua komponennya.
  • Penyusun selalu berharap agar PT. Pelita Nusantara mau menerima siswa-siswi SMK Mandiri Global untuk melaksanakan kegiatan PKL di setiap periode PKL agar siswa didik bisa mempraktekkan ilmu yang telah didapatkannya saat di kelas.
  • Penyusun sangat berharap agar PT. Pelita Nusantara selalu membuka lowongan pekerjaan setiap tahunnya, khususnya lowongan yang terbuka lebar untuk siswa-siswi SMK Mandiri Global.

Contoh Laporan PKL SMK Administrasi Perkantoran

Contoh Laporan PKL SMK Administrasi Perkantoran

Selanjutnya, masih ada contoh laporan PKL lainnya untuk Anda yang dari jurusan Administrasi Perkantoran, seperti apakah contohnya?

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) SMK PELITA NUSANTARA DI KANTOR KEMENTRIAN AGAMA KABUPATEN SLEMAN TAHUN AJARAN 2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa, karena berkat limpahan rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan serta menyusun Laporan PKL ini. Laporan akhir ini merupakan tindak lanjut dari program PKL yang telah penulis laksanakan pada bulan Mei.

Data yang kami dapatkan berasal dari pelaksanaan PKL selama tiga puluh hari di Kemenag Kabupaten Sleman.

Penulis sampaikan banyak terima kasih kepada pihak yang telah ikut berperan dalam proses pengumpulan data dan kerjasamanya sehingga Laporan PKL ini dapat tersusun. Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada:

  1. Ibu Kepala Sekolah SMK PELITA NUSANTARA, Ratna Setyaningsih, S.Kom, M.Pd.
  2. Dr. H. Abdul Mujib, M.Ag selaku Guru Pembimbing Lapangan
  3. Bapak H. M. L. Mubarok selaku Kepala Kemenag Kab. Sleman

Akhirnya penulis berharap semoga pelaksanaan PKL ini dapat bermanfaat dalam bentuk kerja nyata dan bermanfaat bagi kesiapan siswa dalam bekerja nantinya.

Yogyakarta, 07 Juni 2016

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Ibadah haji merupakan salah satu ibadah mahdoh yang diwajibkan atas setiap umat muslim bagi yang sanggup melaksanakannya, baik itu sanggup secara ekonomi, fisik, dan persiapan yang matang dalam pelaksanaan ibadah tersebut.

Calon jamaah haji mempersiapkan hal-hal teknis berupa proses administrasi, praktek bimbingan dan materi manasik haji.

Pemerintah sebagai penanggung jawab pelaksanaan Ibadah haji mesti melakukan upaya perbaikan dalam pelayanannya terutama dalam hal layanan administrasi.

Penerapan pelayanan dalam bidang administrasinya harus melihat sisi efektif dan efesiensi dalam kebutuhan calon jamaah haji agar pelayanan administrasi haji berjalan dengan maksimal sesuai target yang ditentukan. Karena hal ini berkaitan dengan validitas data calon jamaah haji dalam melaksanakan Ibadah hajinya.

Dalam praktiknya, pelayanan registrasi haji menghadapi banyak kendala seperti keterbatasan jaringan server, sistem database yang kurang efektif, sampai keterbatasan teknisi dalam pengembangan Teknologi informasi.

Apalagi secara umum sebagian besar calon jama’h haji belum berpengalaman dalam melaksanakan proses administrasi sebelum merencanakan ibadah haji. Dari sinilah profesionalitas pelayanan dalam hal registrasi dan pendataan haji sangat diperlukan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan demi kelancaran ibadah haji calon jamaáh.

Selain itu, meskipun pelayanan administrasi haji telah diatur oleh Peraturan pemerintah, tidak menutup kemungkinan metode pengolahan datanya bervariasi antar lembaga penyelenggara.

Maka dari sinilah hal yang menarik dalam kajian lembaga yang akan dilaksanakan pada PKL ini yakni mengetahui bagaimana manajerial, inovasi dan pola pengembangannya pemerintah dalam pelayanan registrasi haji di tingkat kota/kabupaten yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama kabupaten Sleman DIY pada persiapan pelaksanaan ibadah haji tahun 2017 nantinya.

B. Tujuan dan Manfaat PKL

  1. Sebagai jurusan Administrasi Perkantoran, teori yang didapatkan di bangku kelas tentu tidaklah cukup tanpa adanya praktik dan pengembangan keilmuan untuk mengasah kompetensi keilmuan.
  2. Mengetahui dan menguraikan pola pelayanan adminsitrasi registrasi haji tahun 2017 di Kemenag Sleman.
  3. PKL adalah langkah penting untuk mengetahui masalah yang terjadi di lapangan. Menjadi penting karena dalam pengalaman lapangan yang dinamis akan membentuk siswa belajar teliti dalam melihat persoalan serta solusi yang akan ditawarkan nantinya.

C. Waktu dan tempat PKL

Lokasi praktikum bertempat di Kantor Kementrian Agama kabupaten Sleman, sebagai pelaksana pelayanan haji dan umroh tingkat Kabupaten/kota maka perlu untuk melihat perkembangan serta penerapan yang berkaitan dengan kebutuhan data yang fokuskan untuk mengamati penerapan pelayanan registrasi haji pada tahun 2017 sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Waktu praktikum disesuaikan dengan waktu beroperasi lembaga yaitu pada jam kerja kecuali hari libur. Dalam upaya mendapatkan data tersebut, jadwal yang sudah direncanakan telah dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang terlampir dalam catatan kegiatan praktikum.

D. Metode Pelaksanaan PKL

Metode yang diterapkan dalam kegiatan PKL ini antara lain.

  1. Metode observasi yang dilaksanakan selama waktu praktikum dengan mengamati pola kerja yang berlangsung selama kegiatan aktif praktikum.
  2. Metode wawancara yang dilaksanakan dengan cara menyiapkan list pertanyaan dan berdialog dengan beberapa petugas khususnya yang memiliki tanggung jawab dalam pelayanan administrasi.
  3. Metode partisipatif yang dilakukan dengan cara terlibat aktif dalam kegiatan di bagian pelayanan.

BAB II

GAMBARAN UMUM INSTANSI

Kantor Kementrian Agaman Kabupaten Sleman berdiri sejak tanggal 12 September 2010 dan kantor ini berada di Jl. Dr. Radjimin, Tridadi, Kecamatan Sleman. Selama 6 tahun berdiri, Kemenag Kab. Sleman i memiliki program seperti :

  • Perumusan dan penetapan visi, misi dan kebijakan teknis di bidang pelayanan dan bimbingan kehidupan beragama kepada masyarakat di Kabupaten Sleman;
  • Pelayanan, bimbingan dan pembinaan di bidang haji dan umrah;
  • Pelayanan, bimbingan, dan pembinaan di bidang pendidikan madrasah, pendidikan agama dan keagamaan;
  • Pembinaan kerukunan umat beragama;
  • Pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pengelolaan administrasi dan informasi;
  • Pengkoordinasian, perencanaan, pengendalian, pengawasan, dan evaluasi program; dan Pelaksanaan hubungan dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan lembaga masyarakat dalam rangka pelaksanaan tugas kementerian di Kab. Sleman.

BAB III

PELAKSANAAN KEGIATAN PRAKTIKUM

Penyelenggaraan ibadah haji yang diselenggarakan setiap tahun dilaksanakan oleh berbagai instansi, namun yang paling bertanggungjawab dalam seluruh rangkaian baik secara teknis maupun konsep adalah Kementerian Agama. Hal ini merupakan upaya melaksanakan aturan perundang-undangan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Hal yang terpenting pada awal pelaksanaan ibadah haji adalah pendataan calon jamaah haji dengan persyaratan administrasi dan kualifikasi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Data-data tersebut diproses melalui sistem administrasi yang diterapkan pada masing-masing lembaga yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan Ibadah haji.

Dalam hal ini, perlu adanya sistem yang efektif dan efisien dalam melaksanakan pelayanan proses registrasi di KASI Penyelenggaraan Ibadah Haji di Kantor kemenag Sleman sebagai penunjang keberlangsungan administrasi yang rapi. Baik dalam segi pengarsipan, sistem komputerisasi, dan yang terpenting adalah pelayanannya.

Maka, pada pelaksanaan PKL ini penulis fokus pada pelayanan registrasi calon jamaah haji reguler dalam segi efektifitas alur pendaftaran, pemenuhan kuota haji, sampai sistem penunjangnya. Dengan demikian profesionalitas yang dimiliki oleh suatu lembaga dapat terlihat pada sisi efektifitas pelayanan administrasinya terlebih pada registrasi calon jamaah haji .

Adapun program yang dilakukan oleh PKL selama 30 hari di Kemenag Kab. Sleman adalah :

  1. Melakukan Pelayanan Registrasi kepada Semua Calon Jamaah Haji

Pada bulan April 2016 ada kebijakan baru terkait Penyelenggaraan haji tentang alur prosedur pendaftaran haji yang diringkas dari prosedur sebelumnya. Perubahan tersebut terletak pada prosedur yang harus dilakukan jamaah haji dalam melakukan registrasi menjadi calon jamaah haji. Perubahan prosedur tersebut adalah sebagai berikut;

Alur prosedur pendaftaran Tahun sebelumnya Alur pendaftaran mulai April 2016
1. Ke Bank membuka rekening Haji.

2. Ke Kemenag Sleman Membuat SPPH (Surat Pendaftaran pergi haji)

3. Ke bank Untuk mencetak nomor Porsi.

4. Ke kemenag menyetorkan berkas.

1. Ke Bank membuka rekening haji. Sekaligus mendapat nomor validasi Bank Asli.

2. Ke kantor Kemenag KASI penyelenggaraan Haji untuk meminta diterbitkan nomor SPPH/ Nomor Porsi

Melihat dari perubahan tersebut, ada bentuk pola pengembangan layanan dalam melayani registrasi haji, hal tersebut juga didukung oleh sistem komputerisasi yang menunjang. Karena cara kerja konvensional yang menghabiskan banyak waktu untuk mengurusnya, kini telah berkembang lebih efektif.

Calon pendaftar haji pada saat ini dapat melakukan registrasinya secara efektif. Cukup dengan Membuka rekening di Bank terlebih dahulu dengan setoran awal minimal 25 juta dengan ketentuan unit bank yang telah ditentukan oleh Kementrian Agama pusat.

Selain tu juga dijelaskan secara prosedural pada brosur alur registrasi yang dipublikasikan oleh KASI Penyelenggaraan Ibadah haji KEMENAG SLEMAN. Kemudian dari BANK tempat mendaftar tersebut calon pendaftar mendapatkan Nomor Validasi, jangka waktu Nomor validasi adalah 5 hari.

Kemudian alur selanjutnya diselesaikan di bagian pelayanan Penyeleggara haji Kantor Kemenag untuk mengisi formulir pendaftaran dan diminta mencantumkan Nomor validasi yang di dapat dari bank tersebut untuk di tuliskan dalam formulir pendaftaran.

Poin penting dalam pendaftaran ini adalah. lembaga mewajibkan calon pendaftar untuk hadir secara langsung dalam proses registrasinya, yaitu pada sesi pencetakan nomor porsi. Nah, dikarenakan sistem komputerisasi penunjang membutuhkan data berupa administrasi dan data fisik seperti sidik jari, foto diri, dan kesehatan.

Penulis dan peserta PKL lainnya memiliki program harian untuk membantu proses administrasi para calon jamaah haji di setiap harinya karena prosesnya yang sudah tidak lagi dilakukan dengan manual. Program ini berlangsung dimulai tanggal 1 hingga 31 Mei 2016.

  1. Melaksanakan Sosialisasi Pendaftaran

Agenda sosialisasi pendaftaran bagi calon jamaah haji dilaksanakan secara bertahap dan melalui jalur yang bermacam-macam, menyesuaikan dengan capaian lapisan masyarakat sekitar.

Adapun beberapa agenda sosialisasi yang umum dilakukan oleh petugas pelayanan Haji di Kemenag Sleman, Merencanakan agenda Sosialisasi di balai desa dengan beberapa elemen seperti pengurus ikatan Persaudaraan Haji Indonesia(IPHI), Kepala KUA dari masing-masing kecamatan.

Kemudian adapula tokoh masyarakat,dan penyuluh. Agenda tersebut rutin dilaksanakan mengingat pentingnya pemahaman masyarakat akan prosedur pelaksanaan pendaftaran Haji.

Kemudian bentuk Sosialisasi lain yang diselenggarakan adalah dengan bersosialisasi lewat lembaga-lembaga keagamaan bekerja sama dengan Ormas, Biro-biro perjalanan Haji, dan tokoh agama setempat. Selebihnya sebagai penunjang sosialisasi adalah melalui laman resmi Kementrian Agama dan melalui surat kabar.

Untuk melaksanakan sosialisasi pendaftaran, program ini berjalan selama 1 minggu sekali dan jadwalnya pun dirolling antara satu peserta siswa PKL dengan yang lain. Adapun penulis mendapAtkan jadwal membantu sosialisasi pendaftaran pada tanggal, 12, 19 dan 26 Mei 2016.

  1. Melakukan Kontrol Pelunasan BPIH

Calon jamaah Haji di Kabupaten Sleman yang masuk dalam nomor porsi 1200026863 sampai dengan 1200039885 sudah mencapai pada pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Pelunasan BPIH Tahap pertama dilaksanakan sejak tanggal 10 April 2017 sampai dengan 5 Mei 2017. sedangkan untuk tahap kedua akan dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2017 sampai 2 Juni 2017.

Pada tahap pertama calon jamaah haji yang bisa melakukan pelunasan adalah calon jamaah dengan kategori kuota lunas tunda, calon haji, belum haji dan cadangan. Kuota calon haji yang belum berhaji berjumlah 999 calon jamaah haji dan 40 calon jamaah haji cadangan.

Sesuai dengan ketetapan pemerintah pusat yang tercantum dalam Keppres no.8 /2017 untuk BPIH embarkasi Adi Sumarmo Solo tahun ini sebesar Rp.35.664.700.

Setoran biaya haji ini dilakukan jamaah haji secara mandiri dengan pantauan dari petugas yang mengurus BPIH. Calon jamaah haji secara otomatis akan melakukan pelunasan ketika nomor porsi yang dimilikinya masuk dalam daftar pemberangkatan haji.

Petugas haji melayani dalam hal pendataan yang dibutuhkan selama haji. Baik dalam pendataan sistem komputerisasi di Kemenag maupun dalam kebutuhan pembuatan paspor dan visa haji.
Penulis juga melayani pendataan setiap harinya saat PKL.

  1. Melakukan Komputerisasi Penunjang

Seiring berkembang pesatnya teknologi, maka layanan pendaftaran dalam pelaksanaan pendataan Calon jamaah haji membutuhkan sebuah sistem informasi dan komputerisasi yang menunjang efesiensinya sebuah pengelolaan data.

Dalam hal pendataan calon jamaah haji dan seluruh data mengenai haji, Direktorat Jendral Perhajian telah memiliki sebuah sistem komputerisasi terpadu yang dikenal dengan SISKOHAT. Sistem tersebut terpusat dan berfungsi sebagai satuan sistem penyimpanan database seluruh Kementrian Di wilayah Indonesia.

Tujuan dari SISKOHAT pada dasarnya mempermudah penginputan data jamaah, data yang telah masuk di dalamnya bersifat akurat dan permanen sehingga hal ini meminimalisir manipulasi data.

Fungsi SISKOHAT dalam pelayanan pendaftaran sangat vital. Karena memberi dampak efektifitas terhadap pengelolaan data. Meskipun pada prakteknya sistem komputerisasi ini memiliki kelemahan yaitu sering terjadi gangguan pada server, di Kemenag Sleman khususnya hal ini sering terjadi mengingat banyaknya data yang masuk setiap harinya terutama pada jam aktif kerja.

Pada mulanya sebelum digunakannya SISKOHAT, pelayanan registrasi masih serba manual. Namun dengan adanya sistem ini efektifitas pelayanan registrasi sangat dirasakan kemajuannya. Inilah yang menjadi syarat yang mesti dilaksanakan oleh calon jamaah haji, yaitu mengurus registrasi haji sendiri tanpa diwakilkan. Karena selain data administrasi, data berupa fisik pun dibutuhkan untuk input data.

Setiap selesai melakukan input administrasi pada program pertama dan ketiga, penulis juga melaksanakan program komputerisasi penunjang setiap harinya untuk memudahkan penginputan data.

Berikut adalah rincian jadwal PKL yang dilakukan penulis selama kurang lebih 1 bulan melaksanakan PKL :

Tanggal Pelaksanaan Program
Senin, 1 Mei 2016 Membantu registrasi
Selasa, 2 Mei 2016 Membantu registrasi
Rabu, 3 Mei 2016 Melaksanakan program komputerisasi
Kamis, 4 Mei 2016 Sosialisasi pendaftaran ke calon jamaah haji
Jumat, 4 Mei 2016 Melayani pendataan
Senin, 7 Mei 2016 Membantu registrasi
Selasa, 8 Mei 2016 Melayani pendataan
Rabu, 9 Mei 2016 Melaksanakan program komputerisasi
Kamis, 10 Mei 2016 Sosialisasi pendaftaran ke calon jamaah haji
Jumat, 11 Mei 2016 Membantu registrasi calon jamaah haji
Senin, 14 Mei 2016 Membantu registrasi calon jamaah haji dan melayani pendataan
Selasa, 15 Mei 2016 Membantu registrasi calon jamaah haji
Rabu, 16 Mei 2016 Melaksanakan program komputerisasi
Kamis, 17 Mei 2016 Membantu registrasi calon jamaah haji
Jumat, 18 Mei 2016 Melayani pendataan
Senin, 21 Mei 2016 Melayani pendataan
Selasa, 22 Mei 2016 Membantu registrasi
Rabu, 23 Mei 2016 Melaksanakan program komputerisasi
Kamis, 24 Mei 2016 Membantu registrasi
Jumat, 25 Mei 2016 Sosialisasi pendaftaran ke calon jamaah haji
Senin, 28 Mei 2016 Membantu registrasi
Selasa, 29 Mei 2016 Membantu registrasi
Rabu, 30 Mei 2016 Melaksanakan program komputerisasi
Kamis, 31 Mei 2016 Melayani pendataan

BAB IV

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil PKL yang diselenggarakan di Kantor Kementrian Agama Kab. Sleman KASI Penyelenggaraan Haji dan Umroh mengenai pelayanan registrasi Haji reguler tahun 2017, dapat diberi kesimpulan sebagai berikut:

Perkembangan pelayanan registrasi Haji maupun umroh telah mengalami peningkatan yang signifikan. Dari mulai peningkatan di bidang input data dengan teknologi komputerisasi sebagai penunjang.

Sampai pada perubahan alur prosedur registrasi haji menjadi dua tahapan. Hal ini menjadi indikasi atas peningkatan efektifitas dan efisiensi pelayanan dalam hal registrasi haji.

Canggihnya penginputan administrasi ini sangatlah memberi pengalaman berharga untuk penulis selama melaksanakan PKL.

  1. Saran

Pelayanan registrasi haji reguler pada Kementrian Agama Kab. Sleman mengalami perkembangan yang pesat baik dalam segi profesionalitas maupun sistem informasi yang diterapkan. Setidaknya lembaga ini selalu mengupgrade sistem informasi dan komputerisasi serta meningkatkan mutu pelayanan agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut meningkat

Setelah membaca dua contoh laporan PKL, apakah sudah membantu Anda dalam menyusun sebuah laporan ke depannya? Dalam membuat sebuah laporan memang rumit, namun apabila Anda mau bersabar dan cermat dalam menyusun, maka laporan bisa disusun sesuai standar pada umumnya. Dalam membuat sebuah laporan PKL, susunan yang harus diperhatikan adalah :

  • Kata pengantar
  • Pendahuluan PKL yang berisi tujuan diadakannya PKL
  • Profil tempat yang digunakan untuk PKL beserta gambaran program kerja harian yang biasa dilakukan di tempat tersebut.
  • Uraian kerja yang penulis atau penyusun lakukan selama melaksanakan PKL.
  • Penutup yang diisi dengan kesimpulan dan juga saran yang membangun.

Apabila kelima unsur di atas sudah terpenuhi, maka Anda hanya perlu menyusunnya menjadi sebuah laporan PKL.

Yang terpenting dalam pembuatan laporan PKL adalah unsur yang sudah saya jelaskan diatas.

Hallo ! Belajar Terus dan memberikan manfaat bagi orang lain. Seorang pemuda yang hobi menulis tentang pengetahuan.