Mengenali Keunikan Suku Batak

Suku Batak menjadi salah satu keanekaragaman suku di Indonesia.

Suku ini berada di provinsi Sumatra Utara.

Sebenarnya ada banyak suku di Provinsi Sumatra Utara. Namun pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai kebudayaan Suku Batak.

Suku ini dikenal dengan cara bicara masyarakatnya yang keras. Banyak yang mengatakan bahwa orang Batak kalau berbicara seperti orang sedang marah.

Namun hal ini memang sudah menjadi ciri khas orang Batak. Suku ini memiliki kebiasaan mencari keluarga atau hubungan dengan marga yang sama.

Kepercayaan Suku Batak

kepercayaan suku batak

Mayoritas agama Suku Batak adalah Kristen. Namun sebelum Batak mengalami perkembangan orang Batak memiliki kepercayaan dasar.

Kepercayaan dasar tersebut merupakan turun temurun diajarkan oleh nenek moyang mereka. Sistem kepercayaan dasar mereka disebut dengan Mulajadi na Bolon.

Mulajadi na Bolon mempunyai kekuasaan diatas langit dan kekuasaan Tuhan yang diwujudkan dalam Debata Natolu. Dalam kepercayaan ini juga berkaitan dengan kepercayaan religi mereka.

Orang Batak juga memiliki kepercayaan terhadap roh atau jiwa. Ada tiga konsep dalam kepercayaan terhadap roh, yaitu yang dinamakan dengan Tendi, Sahala, dan Begu.

Yang dimaksud dengan Tendi adalah sebuah roh yang dimiliki seseorang dan di dalamnya terdapat kekuatan. Tendi atau biasa disebut dengan tondi ini dianggap yang telah memberikan nyawa kepada orang Batak.

Tendi/tondi ini sudah ada sejak manusia masih berada di dalam kandungan.

Ketika orang meninggal maka dianggap bahwa tendi sudah meninggalkan manusia tersebut, kemudian akan diadakan upacara menjemput tendi.

Hampir sama seperti tendi, sahala merupakan roh yang ada pada manusia. Bedanya kekuatan yang dimiliki sahala lebih besar dibandingkan dengan tondi.

Sahala ini tidak dimiliki oleh semua orang, hanya orang tertentu saja. Biasanya yang memiliki sahala adalah para raja. Sedangkan begu merupakan tondi yang telah meninggal.

Orang Batak percaya bahwa begu hanya akan ada di malam hari.

Meskipun saat ini orang Batak sudah banyak menganut agama kristen tapi mereka tetap tidak meninggalkan tiga konsep tersebut. mereka tetap memegang teguh kepercayaan dari nenek moyangnya.

Baca Juga : Suku Mante

Keunikan Suku Batak

keunikan suku batak

Suku Batak memiliki budaya yang beranekaragam, serta memiliki ciri khas yang unik. Mungkin bagi anda keunikan suku ini tidaklah lazim.

Namun suku ini tetap memiliki caranya sendiri dalam kehidupannya. Berikut ada beberapa keunikan yang dimiliki oleh orang Batak yang menarik:

1. Menikah dengan Pariban

Pariban dalam bahasa indonesia adalah sepupu. Orang Batak menganggap bahwa sepupu adalah jodoh mereka. Menurut mereka menikah dengan saudara sendiri merupakan hal yang baik.

Akan tetapi yang dimaksud sepupu disini tidak semua sepupu bisa menjadi jodoh.

Jika ada seorang laki-laki dan ibu seorang laki-laki tersebut memiliki adik kandung laki-laki, maka seorang laki-laki tersebut bisa menikah dengan anak perempuan dari adik laki-laki ibu.

Sedangkan jika ada seorang perempuan dan bapak perempuan tersebut memiliki adik kandung perempuan, makan perempuan tersebut bisa menikah dengan anak laki-laki dari adik perempuan bapak.

2. Martarombo

Martarombo adalah kebiasaan mencari keluarga atau hubungan dengan orang yang memiliki marga sama satu sama lain. Jika anda orang Batak dan anda berkenalan dengan seseorang yang merupakan orang Batak.

Kebetulan marga kalian sama maka kalian akan mencoba membuat hubungan pertalian agar kalian bisa menjadi saudara.

3. Tuhor

Dalam sebuah pernikahan, pihak laki-laki lah yang bertanggung jawab atas segala biaya yang dikeluarkan pada saat acara pernikahannya.

Dalam bahasa indonesia tuhor memiliki arti uang, maksud dari uang ini adalah untuk membeli perempuan.

Uang ini nanti akan digunakan dalam segala keperluan saat pernikahan.

Besar kecilnya nilai tuhor tergantung tingkat pendidikan seorang perempuan. Jika seorang perempuan memiliki tingkat pekerjaan dan pendidikan semakin tinggi maka nilai tuhor akan semakin banyak pula.

4. Mandok hata

Mandok hata merupakan kegiatan yang dilakukan dalam sebuah keluarga besar.

Kegiatan dari mandok hata ini adalah berkumpul dan bercakap-cakap pada saat tahun baru.

Isi dari percakapan tersebut biasanya nasihat orang tua kepada yang lebih muda, atau sekedar bercerita tentang kehidupan sehari-hari keluarganya.

Bahkan dalam percakapannya ini juga bisa aling meminta maaf dan memaafkan.

Selain itu, mereka juga akan menceritakan keinginan yang akan dicapai. Urutan berbicara biasanya dimulai dari yang tertua dalam sebuah keluarga.

5. Mangulosi

Mangulosi berasal dari kata “ulos” yang merupakan kain khas tradisional orang Batak. Kain ini biasanya digunakan dalam berbagai macam upacara adat, seperti pernikahan dan kematian.

Seperti kain batik di Jawa, ulos juga memiliki bermacam-macam jenis dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ulos kadang juga bisa menunjukkan derajat seseorang dalam kehidupan sosial.

Nilai Adat Istiadat Suku Batak

Nilai Adat Istiadat Suku Batak

Setiap suku pasti memiliki falsafah yang digunakan sebagai pedoman hidup. Falsafah setiap suku selalu berbeda-beda karena kepercayaan yang mereka yakini juga berbeda. Berikut adalah nilai-nilai adat yang dimiliki oleh Suku Batak :

Hagabeon

Hagabeon adalah harapan masyarakat Batak untuk memiliki keturunan anak cucu yang baik.

Selain baik mereka juga selalu berharap anak cucu mereka diberi kesehatan karena merupakan penerus mereka.

Tujuan utama dari pernikahan menurut orang Batak adalah mendapatkan keturunan.

Bagi mereka keturunan adalah suatu keberhasilan yang patut dibanggakan.

Terutama untuk anak laki-laki yang biasanya akan meneruskan nama marganya. Uniknya lagi pada aturan adat kuno.

Jika anda orang Batak pada zaman dahulu, anda akan disuruh memiliki 33 anak diantaranya 17 anak laki-laki dan 16 anak perempuan. Namun seiring perkembangan zaman, aturan itu sudah banyak ditinggalkan.

Pada zaman sekarang yang dijadikan prioritas adalah kualitas dari seorang anak, bukan kuantitasnya. Maka akan lebih diutamakan untuk melatih ketrampilan seorang anak dan mencapai pendidikan yang tinggi.

Uhum Dan Ugari

Uhum dan ugari merupakan hukum di masyarakat Batak. Orang Batak sangat menegakkan hukum dan memprioritaskan sikap keadilan.

Hukum adat batak ini erat kaitannya dengan sebuah kesetiaan dan jani.

Jika ada yang melanggar sebuah kesepakatan yang sudah dijanjikan maka akan menerima sebuah sanksi.

Misalnya jika anda adalah orang Batak dan memiliki sebuah kesepakatan dan sudah berjanji.

Kemudian anda berkhianat, maka anda akan menerima sanksi serta akan mendapat celaan dari masyarakat sekitar.

Hukum bagi orang Batak merupakan suatu hal yang sangat penting untuk ditaati.

Marsisarian

Marsisarian merupakan sebuah nilai untuk saling menghormati, mengerti, dan membantu.

Nilai ini tercipta karena adanya perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Maka dari itu dengan adanya nilai ini dapat mengatasi konflik sosial yang ada.

Selain itu nilai ini juga mencegah terjadinya konflik lagi dalam kehidupan sosial.

Baca Juga : Suku Asmat

Hamoraan

Hamoraan dalam bahasa indonesia memiliki arti kehormatan.

Seseorang akan terhormat apabila memiliki kekayaan dan sikap baik terhadap sesama.

Contohnya jika anda adalah orang kaya tapi tidak mau membantu yang kesusahan, maka anda dianggap tidak memiliki nilai hamoraan.

Pangayoman

Menurut pendapat orang Batak pangayoman memiliki arti bahwa semua orang merupakan pengayom.

Mereka orang Batak akan senantiasa saling mengayomi antar satu sama lain.

Nilai ini menjadikan orang Batak lebih mandiri dan tidak selalu bergantung kepada orang lain.

Rumah Adat Suku Batak

Rumah Adat Suku Batak

Rumah adat Suku Batak memiliki nama yaitu Rumah Bolon.

Rumah Bolon di Sumatera Utara memiliki enam jenis rumah yang berbeda.

Karena Suku Batak memiliki enam sub suku, yaitu Simalungun, Batak Toba, Mandailing, Angkola, Karo, dan Pakpak.

Meskipun jenis rumah ini berbeda-beda namun perbedaan rumah ini tidaklah banyak.

Rumah bolon memiliki ciri khas yaitu terdapat hiasan ornamen pada bagian tertentu. Hiasan ornamen tersebut biasanya berada di bagian dinding atas pintu.

Hiasan ini ditujukan sebagai penolak keburukan seperti bahaya dan penyakit.

Ornamen yang ada pada rumah bolon dinamakan dengan gorga, oleh karena itu rumah bolo biasa disebut dengan sebutan rumah gorga.

Gorga merupakan ukiran yang biasanya bergambar binatang.

Binatang tersebut adalah cicak, ular, atau kerbau dan memiliki arti tertentu. Gorba biasanya diberi warna hitam, putih, dan merah.

Gorga berbentuk gambar ular dipercaya oleh orang Batak bahwa ular sebagai petanda bahwa pemilik rumah akan mendapatkan berkah yang banyak.

Gorga dengan bentuk gambar cicak memiliki arti bahwa orang Batak bisa hidup dimana pun mereka berada. Salah satunya adalah saat merantau diharapkan orang Batak tidak akan terputus tali persaudaraannya meskipun berada di daerah yang jauh.

Selain itu, diharapkan juga ketika bertemu dengan sesama sukunya di daerah lain maka harus saling mengikat persaudaran.

Sedangkan gorga yang berbentuk kerbau merupakan ucapan terima kasih.

Ucapan terima kasih tersebut ditujukan kepada kerbau yang selalu membantu menggarap pertanian mereka.

Dalam mengerakan ladang pertanian orang Batak banyak menggunakan kerbau pada zaman dahulu sebelum adanya mesin traktor dan yang lainnya.

Pada bagian atap rumah bolon bentuknya lancip di depan dan belakang. Bentuk atap ini yang membuat rumah bolon tampak indah. Pada bagian depan rumah bolon lebih panjang diabndingkan bagian belakangnya.

Dengan bentuk rumah seperti ini diharapkan keturunan dari pemilik rumah dapat menjadi orang yang sukses.

Pada zaman sekarang ini, anda akan jarang menenukan rumah ini. Karena banyak orang Batak yang tidak lagi menggunakan bentuk rumah bolon.

Mereka sudah banyak mengalami kemajuan sehingga memilih bentuk rumah modern dibandingkan rumah bolon.

Baca Juga : Suku Sasak

Pakaian Adat Suku Batak

Pakaian Adat Suku Batak

Suku Batak memiliki pakaian adat yang sangat terkenal, yaitu kain ulos. Kain ulos sudah dijadikan sebagai identitas untuk Provinsi Sumatra Utara.

Kain ulos merupakan kain yang berbahan benang sutra dan ditenun secara manual. Pakaian ulos ini juga digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena banyak yang menyukai pakaian ini serta nyaman digunakan.

Kain ulos memiliki beranekaragam corak dan motif yang indah. Setiap motif yang dimiliki kain ulos memiliki makna tertentu.

Kain ulos yang ditenun biasanya berwarna merah, hitam, emas, dan putih. Pada upacara adat atau acara tertentu orang Batak akan menggunakan kain ulos ini sebagai selendang.

Suku Batak adalah suku dengan penduduk terbesar di Indonesia, selain itu penduduknya pun banyak tersebar di seluruh Indonesia.

Hal ini dikarenakan ada sebuah ajaran dari nenek moyang mereka agar keturunannya selalu merantau ke berbagai tempat. Yang paling dikenal dari Batak adalah salah satu sub sukunya yaitu Batak Toba.

Hallo ! Belajar Terus dan memberikan manfaat bagi orang lain. Seorang pemuda yang hobi menulis tentang pengetahuan.