Contoh Metode Penelitian

contoh metode penelitian
contoh metode penelitian

Contoh Metode Penelitian – Salah satu isi dalam karya ilmiah adalah metode penelitian. Metode penelitian digunakan untuk mendapatkan hasil penelitian berupa pemecahan masalah.

Metode analisa penelitian ada dua, yaitu metode analisa kualitatif dan metode analisa kuantitatif. Masing-masing memiliki cara penelitian dan pendekatan ilmiah sendiri.

Bagaimana Memiliki Metode Penelitian Yang Tepat

Bagaimana Memiliki Metode Penelitian Yang Tepat

 

Ada banyak faktor yang bisa dijadikan sebuah pertimbangan, misalkan sumber dan type data.

Dalam penelitian sosial, sudah menjadi aturan umum untuk membedakan mana sumber dan type data menjadi empat bagian, diantaranya adalah data Kuantitatif, data kualitatif, data primer dan data sekunder.

  • Data Kuantitatif

Data Kuantitatif adalah data yang berupa angka dalam wujud statistik.

  • Data Kualitatif

Data Kualitatif adalah data yang berupa narasi yang berwujud tulisan, audio, gambar atau visual.

  • Data Primer

Data Primer adalah data yang diperoleh langsung oleh penelitian.

  • Data Sekunder

Data Sekunder adalah data yang disediakan oleh pihak ke tiga, seperti pemerintah, organisasi, media atau organisasi yang lain di luar peneliti dan partisipan penelitian.

Keempat sumber dan type data tersebut sangatlah menentukan contoh dari metode penelitian seperti apa yang relevan digunakan oleh peneliti yang nantinya.

Sebagai contoh, peneliti akan menghitung hubungan antara pendapatan rumah tangga dan tingkat kebahagiaan subjek di suatu Negara.

Data yang dibutuhkan adalah data kuantitatif. Maka metode penelitian survey menjadi relevan digunakan.

Bila penelitian ingin menulis tentang makna dan filosofi adu ayam di suatu kampung, maka metode penelitian etnografi yang bisa menjadi pertimbangan.

Perlu diingat terlebih dahulu antar metode penelitian tidak dipisahkan oleh garis batas yang kaku.

Bahkan seringkali batasan antar metode begitu blur sehingga bisa menjadi saling tumpang tindih. Desain penelitian tidak bisa ditentukan hanya dengan satu metode saja.

Baca Juga : Contoh Rumusan Masalah

Contoh Metode Penelitian Kuantitatif

Metode Penelitian Kuantitatif

 

Penelitian kuantitatif adalah salah satu jenis penelitian yang memiliki ciri sistematis, terukur, spesifik, dengan berfokus pada penggunaan angka untuk mendapatkan hasil yang terukur dan valid. Penelitian kuantitatif memiliki sifat deskriptif analitik. Hasil dari penelitian kuantitatif biasanya berupa tabel, grafik ataupun diagram. Coba Anda pelajari contoh metode penelitian kuantitatif di bawah ini.

Pengaruh Penerapan Sistem Tingkat Satuan Pendidikan Terhadap Prestasi Belajar

Siswa SD Tunas Bangsa Kelas 5 Tahun 2008

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Manusia diciptakan memiliki akal untuk berfikir dan mencari tahu. Rasa ingin tahu akan sebuah informasi bertujuan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi di kemudian hari. Karena itu, pendidikan hadir untuk membantu manusia belajar dan memuaskan rasa ingin tahu. Di Indonesia, pemerintah menjalankan program kurikulum demi menaikan mutu pendidikan.

Saat ini pemerintah Indonesia berupaya menaikan taraf pendidikan di Indonesia dengan membuat sistem baru yakni sistem tingkat satuan pendidikan. Sistem ini memungkinkan para siswa untuk belajar tidak terfokus pada buku melainkan bersumber dari bahan ajar lain seperti internet, film, video dan lain-lain yang lebih variatif dan menciptakan suasana menyenangkan.

2. Tujuan Penelitian

Berdasarkan penjelasan pada latar belakang masalah, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui:

  1. Apakah sistem pengajaran satuan tingkat pendidikan memengaruhi hasil belajar murid SD Tunas Bangsa?
  2. Sejauh mana penerapan sistem pengajaran tingkat satuan pendidikan dapat diterapkan di SD Tunas Bangsa?
  3. Pembatasan Masalah

Setelah mengetahui permasalahan yang sudah dipaparkan di latar belakang masalah, agar penelitian ini tidak membahas lebih jauh, maka penelitian akan dibatasi pada murid dan pengajar kelas 5 SD Tunas Bangsa dengan pembahasan mengenai:

  1. Apakah sistem pengajaran tingkat satuan pendidikan berjalan dengan baik dan memengaruhi hasil belajar pada murid kelas 5 SD Tunas Bangsa?
  2. Bagaimana dampak perubahan sistem pengajaran tingkat satuan pendidikan pada pengajar kelas 5 SD Tunas Bangsa?
  3. Sejauh mana sistem pengajaran tingkat satuan pendidikan ini dapat diterapkan di lingkungan SD Tunas Bangsa?
  4. Hipotesis

Dari pengamatan awal peneliti pada murid dan pengajar kelas 5 SD Tunas Bangsa, maka dapat diambil hipotesa sebagai berikut:

  1. Tidak ada pengaruh pada perubahan sistem pengajaran tingkat satuan pendidikan pada murid kelas 5 SD Tunas Bangsa.
  2. Dengan adanya perusabahan sistem, maka para pengajar menjadi kerepotan dalam menciptakan sistem pengajaran yang baru.
  3. Tidak semua sekolah dasar siap menghadapi perubahan sistem pengajaran, salah satunya adalah SD Tunas Bangsa.
  4. Variabel Penelitian

Untuk mempermudah pemahaman mengenai pembatasan penelitian, maka variabel yang adakan diteliti antara lain:

Variabel X

No. Variabel Indikator
1 Penerapan sistem tingkat satuan pendidikan 1. dasar pelaksanaan
2. dasar pengembangan sistem
3. dasar pengembangan program
2 Pelaksanaan pengajaran 1. tes awal
2.pembuatan kompetensi dasar
3. tes akhir

Variabel Y

No. Variabel Indikator
1 Nilai hasil pembelajaran Nilai angka pada raport murid kelas 5

3. Metode Penelitian

Dalam kegiatan penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan statistik. Peneliti juga menggunakan menggunakan metode angket dan wawancara untuk mendapatkan hasil resppon. Hasil dari metode ini kemudian diteliti apakah ada hubungannya atau tidak sehingga menghasilkan sebuah kesimpulan dari penelitian.

BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Sistem Pengajaran Tingkat Satuan Pendidikan

Sistem memiliki arti sebagai sebuah konsep yang tidak terlihat atau abstrak namun bagian-bagian dari sistem masing-masing saling berinteraksi dan menghasilkan sebuah tujuan. Pengajaran adalah proses mengajar. sistem pengajaran adalah sistem atau konsep yang digunakan dalam proses belajar mengajar sehingga mencapai tujuan yang ditetapkan.

Sistem pengajaran tingkat satuan pendidikan adalah sebuah sistem yang digunakan pada proses belajar mengajar di sekolah-sekolah Indonesia. Sistem ini tidak berfokus pada buku manual pembelajaran seperti sistem sebelumnya. Para pengajar dapat mendapatkan bahan ajar yang sesuai dengan tema pengajaran dari sumber lain sehingga pembelajaran lebih menarik.

2. Variabel yang Diteliti

Pada latar belakang sudah dibahas mengenai variabel yang akan diteliti,yakni:

Variabel X

No. Variabel Indikator
1 Penerapan sistem tingkat satuan pendidikan 1. dasar pelaksanaan
2. dasar pengembangan sistem
3. dasar pengembangan program
2 Pelaksanaan pengajaran 1. tes awal
2.pembuatan kompetensi dasar
3. tes akhir

Variabel Y

No. Variabel Indikator
1 Nilai hasil pembelajaran Nilai angka pada raport murid kelas 5

Banyaknya murid kelas 5 yang diteliti pada penelitian ini antara lain:

Kelas Banyaknya Murid
Pria Wanita Total
5A 12 28 40
5B 20 19 39
5C 15 23 38
5D 18 22 40

Data pengajar kelas 5 yang diteliti adalah sebagai berikut:

Kelas Banyaknya pengajar
Pria Wanita Total
5A 3 5 8
5B 4 4 8
5C 4 4 8
5D 5 3 8

3. Perhitungan Statistik Produk

Penelitian ini menggunakan rumus statistik dalam menghitung variabel yang diteliti. Rumus yang digunakan dalam menghitung variabel X dan Y pada penelitian ini adalah:

πxy = √(∑x²) (∑y²)

Dengan penjelasan sebagai berikut:

πxy : hubungan antaravariabel X dan variabel Y

∑xy : total produk variabel X dan Y

∑x² : Jumlah variabel X yang muncul

∑y² : Jumlah variabel Y yang muncul

4. Hasil Penelitian

Setelah menghitung variabel X dan variabel Y maka didapatkan hasil sebagai berikut:

Tabel hasil penilaian rapot:

Kelas Indikator Nilai Rapot Total
Kenaikan nilai Nilai sama Penurunan Nilai
5A 22 15 3 40
5B 21 16 2 39
5C 23 13 2 38
5D 25 14 1 40

Dapat dilihat pada grafik berikut ini

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Sistem pengajaran tingkat satuan pendidikan ternyata memengaruhi hasil belajar. Dari hasil questioner yang didapat, para murid menikmati belajar karena menggunakan media selain buku, sehingga memunculkan suasana baru dalam pembelajaran di sekolah. Namun sayangnya tidak semua sekolah menyediakan atau memiliki fasilitas untuk sistem pengajaran yang baru ini.

Contoh Metode Penelitian Kualitatif

Metode Penelitian Kualitatif

 

Metode penelitian kualitatif adalah sebuah metode analisa data penelitian dengan fokus pada pemahaman sebuah masalah dibandingkan penelitian berupa data yang dapat diukur. Metode penelitian kualitatif biasanya digunakan untuk penelitian sosial yang memiliki permasalahan berupa pemahaman. Agar lebih memahami, simak contoh metode penelitian kualitatif di bawah ini.

Penelitian Efek Berita Kriminal Dengan Perubahan Perilaku Remaja

Studi Kasus Mahasiswa Universitas Pembangunan Bangsa

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Berita kriminal di televisi dapat memunculkan sebuah efek terhadap perilaku remaja. Oleh karena itu, efek tayangan siaran berita kriminal televisi dapat dikatakanmemiliki peran dalam memengaruhimasyarakat melalui isi berita kriminal di televisi. Efek berita kriminal yang ditonton oleh remajadapat menimbulkan efek yaitu efek kognitif dan efek afektif.

Karena perannya itu, stasiun tv harus berhati-hati dalam menayangkan berita kriminalitas. Dalam hal ini P3SPS menentukan jika gambar luka terbuka yang diderita korban kekerasan, kecelakaan termasuk pada korban bencana alam, tidak boleh disorot dari dekat. Gambar yang lain yang tidak boleh disorot secara close up adalah gambar penggunaan senjata tajam dan senjata api.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan penjelasan yang sudah dipaparkan di bagian latar belakang, maka rumusan masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut:

  1. Faktor apa saja yang membuat berita kriminal di televisi layak tayang?
  2. Efek apa saja yang muncul di kalangan remaja akibat menonton berita kriminal di televisi?
  3. Tujuan Penelitian
  4. Mengetahui pengaruh tontonan berita kriminal dengan
  5. Mengetahui faktor apa saja yang memengaruhi remaja menonton berita kriminal di televisi.
  6. Mengetahuiefek kognitif dan afektif yang muncul pada remaja sebagai akibat penyajian berita kriminal di televisi.

3. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan metode jarum hipodermik. Metode jarum hipodermik mempunyai asumsi jika komponen komunikasi sangat memengaruhi komunikan. Model jarum hipodermik ini memiliki kesan seolah-olah pesan komunikasi ‘disuntikan’ langsung kepada komunikan.

  1. Sampel

Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 150 mahasiswa angkatan 2009 yang terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Pembangunan Bangsa. Namun dalam pengambilan sampel, peneliti membatasi menjadi 50 mahasiswa agar tidak meluas dan mendapatkan data yang tidak valid.Pembatasan sampel juga memiliki pertimbangan remaja dengan usia remaja 20-21 tahun.

  1. Variabel yang Diteliti

Variabel yang digunakan peneliti adalah variabel X yaitu variabel bebas, dan variabel Y yaitu variabel terikat. Variabel bebas yang diteliti pada penelitian ini adalah efek dari pengaruh tayangan berita kriminal terhadap prilaku remaja. Sedangkan variabelterkontrolnya adalah mahasiswa Pembangunan Bangsa. Dan variabel terikatnya adalah acara berita kriminal di televisi

Sedangkan Variabel yang terdapat pada metode model jarum hipodermik yaitu: variabel komunikasi, variabel antara, dan variabel efek. Variabel komunikasi terdiri dari komunikator, pesan, dan media.Variabel perantaranya adalah media televisi. Dan variabel efek diukur dari segi kognitif, afektif, dan segi konatif.

BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Televisi

Televisi adalah salah satu media komunikasi yang berisikan informasi ataupun entertainment dalam bentuk suara dan gambar yang dikemas berupa program yang teratur dan berkesinambungan. Acara program televisi sangat bervariasi, sehingga penonton dapat memilih informasi atau entertainment mana yang diinginkan sesuai kebutuhan mereka masing-masing.

Kecenderungan masyarakat menonton tayangan kekerasan di televisi didasari adanya motif ingin mengetahui segala informasi termasuk berita kriminal. Saat ini berita dengan mudah dapat disebar.Kita menjadi sulit untuk memilih mana informasi yang layak dan tidak layak untuk kita. Karena itu, banyak terjadi peristiwa akibat pengaruh dari tayangan berita kekerasan di televisi.

2. Pengertian Berita Kriminal

Berita dapat kita definisikan sebagai sebuah informasi mengenai kejadian yang baru, penting, dan bermakna, yang dapat memengaruhi penonton serta berisikan kejadian yang relevan dan layak dinikmati. Berita kriminal mengenai kejahatan yangbiasanya stasiun tv mendapatkan dari polisi. Berita yang termasuk ke dalam kategori berita kejahatan adalah semua isi berita yang melaporkan adanya tindakan melanggar hukum.

3. Pengertian Perilaku Remaja

Masa remaja merupakan masa timbulnya berbagai kebutuhan dan emosi sendiri, serta tumbuhnya kemampuan fisik yang lebih jelas dan daya pikir yang matang. Masa remaja biasanya ditandai dengan berbagai perasaan yang tidak menentu, cemas dan bimbang dalam menghadapi tantangan dan ujian kedewasaan yang berbeda-beda pada tiap individu.

  1. Efek Tayangan Televisi
  2. Efek kognitif

Lingkungan sosial tempat remaja tinggal akan membentuk sebuah efek kognitif yang dari adegan yang ditampilkan media massa. Efek kognitif dapat berupa persepsi yang dibangun saat dan sesudah menonton tayangan berita kriminal di televisi. Efek kognitif berita kriminal di televisi membuat seseorang mendapat pengetahuan melakukan tindak kekerasan.

Para remaja yang menonton berita kriminaldapat mempelajaricara berkelahi, penggunaan senjata, dan lain-lain yang melanggar hukum. Efek kognitif berita kriminalmuncul akibatpenilaian para remajadalam tidak mampu memahamiperbedaan realitas yang ditampilkan pada televisi dengan realitas sebenarnya di kehidupan nyata.

  1. Efek afektif

Efek afektif yang dirasakan remaja mengenai tayangan kekerasan di televisi berupa toleransi akan tindak kekerasan yang ditampilkan.Berita kriminal di televisi sebenarnya menimbulkan kegelisahan di masyarakat. Sebuah penelitian menyebutkan jikaremajamenonton tayangan kekerasan di televisi, otaknya akan bekerja membayangkan peristiwa pada berita krimnal.

Empati remaja akan muncul pada remajasaat menonton tayangan kekerasan. Realitayang dibuat oleh televisi sebenarnya jauh berbeda dengan realitadi kehidupan nyata, tini karena berita kriminal hanya melihat dari sudut pandng korban saja. Sehingga televisi memberikan efekde-sensitization effects atau hilangnya kepekaan terhadap kekerasan.

  • Faktor yang Memunculkan Efek

Sebenarnya televisitidak langsung menimbulkan dampak bagi para penontonnya. Untuk sampai pada efek perilaku tertentu, maka diperlukan kesinambungan dalam menonton. Efek yang didapat dari tontonan berita kriminal di televisidapat muncul karena beberapa faktor pendukung. Faktor-faktor ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Faktor personal

Faktor personal meliputi pendapat remaja yang menilai isi tayangan kekerasan dengan sebuah persepsi sendiri.Faktor personal memengaruhi perkembangan perilaku menjadi lebih agresif. Semakin positif pandangan remaja terhadap berita kriminal maka semakin tinggi perilaku agresifnya.

  • Faktor prestasi akademis

Faktor prestasi akademis memengaruhi minat remaja dalam menonton berita kriminal. Menurut penelitian, semakin rendah peringkat di kelas maka semakin rendah minat menonton berita kriminal.Anak-anak dengan tingkat inteligensi yang tinggi memiliki variasi pemilihan program acara televisi yang banyakdibanding yang memiliki inteligensi rendah.

  • Faktor jenis kelamin

Faktor jenis kelamin juga menentukan. Banyak atau tidak nya penonton berita kriminal juga ditentukan dari faktor jenis kelamin. Menurut penelitian, penonton laki-laki justru menunjukkan sikap positif yang lebih besar terhadap tayangan kriminal, jika dibandingkan dengan responden perempuan yang menunjukkan sikap negatif yang besar.

  • Faktor situasional

Faktor situasional yang dimaksud peneliti adalah lingkungan tempat penonton tinggal. Lingkungan bisa terdiri dari lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Faktor situasional memengaruhi perilaku agresif. Tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan penonton akan menimbulkan perilaku agresif yang ada pada penonton.

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Televisi memiliki peran yang penting dalam memengaruhi perubahan perilaku para penontonnya. Remaja yang berada pada lingkungan yang sering terjadi kriminal dan sering menonton berita kriminal menunjukkan sikap berkurangnya empati terhadap korban atau perilaku pada berita kriminal. Sehingga berakibatpada perilaku remaja untuk melakukan tindakan kriminal.

Metode penelitian memang salah satu hal yang penting dalam metode penelitian. Ada dua metode penelitian yang biasa digunakan yaitu metode penelitian kulitatif dan kuantitatif yang memiliki perbedaan dan fungsi masing-masing. Contoh metode penelitian yang sudah Anda pelajari di atas bisa menjadi referensi Anda dalam pengelolaan data penelitian yang sedang Anda teliti.

Hallo ! Belajar Terus dan memberikan manfaat bagi orang lain. Seorang pemuda yang hobi menulis tentang pengetahuan.