Contoh Referensi

contoh referensi
contoh referensi

Contoh ReferensiKetika Anda mengutip suatu tulisan dari berbagai sumber tentunya Anda harus mencantumkan sumbernya. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari yang namanya plagiarisme.

Namun banyak orang yang bingung bagaimana menulis sumber tulisan yang benar sehingga hal ini kadang menyulitkan. Namun Anda tak perlu khawatir karena ada banyak contohnyayang bisa dijadikan pedoman untuk menulis daftar pustaka.

Penulisan daftar pustakan atau referensi harus diperhatikan betul agar pekerjaan Anda menjadi tepat. Hal tersebut dikarenakan daftar pustaka merupakan hal yang penting untuk menunjukkan keaslian karya.

Akan tetapi tidak sedikit orang yang mengabaikan penulisan daftar pustaka sehingga apa yang mereka tuliskan tidak benar. Kesalahan yang paling umum terjadi ialah urutan dan tanda baca yang kurang tepat.

Jenis Jenis Referensi

Jenis Jenis Referensi

Modul rujukan faktual dan non faktual ada pada 3 wujud, diantaranya adalah :

  • Nilai-nilai yang dipakai oleh orang yang menerima argumentasi “orang banyak”.
  • Fakta semacam, statistik, contoh-contoh dan kesaksian.
  • Kredibilitas pemberian data. Semacam orang pemberi data mungkin menuju pada pengalaman sendiri buat bisa menyakinkan pendengarnya kalau ia adalah orang yang cakap.

Baca Juga : Contoh Rumusan Masalah

Tujuan Pembuatan Referensi

Berikut ini ada beberapa tujuan pembuatan referensi, diantaranya adalah :

  • Menghargai karya dari seseorang.
  • Menjauhi dari plagiarisme.
  • Mempermudah para pembaca mencari sumber yang benar.
  • Referensi untuk pembuatan data yang kompleks.

Pengelompokan koleksi rujukan yang bersumber pada watak datanya :

  • Tipe referensi universal yang muat data menimpa sumber kepustakaan.
  • Tipe referensi universal yang muat data menimpa kata dan istilah.
  • Tipe referensi universal yang lain, tercantum dalam kelompok ini adalah novel petunjuk atau pegangan.

Rujukan adalah kata kerja to refer yang memiliki arti referensi atau menujukan kepada. Rujukan adalah referensi tentang data yang digunakan penulis atau pustakawan untuk menolong atau memperoleh data yang bersumber pada sumbernya.

Umumnya adalah dalam bibliotek novel yang rujukan di kumpulkan dan disebut dengan koleksi rujukan. Sebaliknya buat ruang penyimpanan di sebut dengan ruang rujukan. Biasanya di biblitolek senantiasa ada novel rujukan sehingga bisa mempermudah wisatawan buat memakainya jika diperlukan.

Biasanya koleksi dari bibliotek ditinjau dari isinya yang terdapat dari 2 tipe, diantaranya adalah koleksi perputaran dan koleksi rujukan “koleksi referensi”.

Menguasai tiap-tiap guna dari tipe koleksi itu supaya mencari data di bibliotek berjalan dengan efektif dan efisien. Koleksi perputaran “novel bacaan” biasanya di ajarkan tiap babnya adalah satu kesatuan yang berhubungan dengan pokok bahasanya.

Sampai dalam pemanfaatnya umumnya wajib dibaca secara totalitas. Berbeda dengan koleksi rujukan, koleksi ini adalah koleksi yang membagikan uraian tentang data.

Data ini bertabiat merata pada lingkupnya, uraiannya yang padat, guna untuk mempermudah temuan data dengan kilat, pas dan benar.

Unsur-Unsur yang Digunakan Dalam Menulis Referensi

Unsur-Unsur yang Digunakan Dalam Menulis Referensi

 

Referensi atau biasa disebut dengan daftar pustaka merupakan sebuah daftar yang didalamnya mencantumkan nama penulis, tahun terbit, judul, dan keterangan lainnya.

Biasanya referensi ditelakkan di bagian paling belakang dari sebuah karya tulis. Daftar pustaka sifatnya sangat wajib dicantumkan dalam sebuah karya untuk membuktikan bahwa karya tersebut tidak plagiarisme.

Bentuk daftar pustaka sangat beranekaragam karena banyaknya media atau sumber yang digunakan sebagai dasar penulisan. Oleh karena itu tata cara yang digunakan dalam menulis daftar pustaka juga ada banyak dan beragam.

Daftar pustaka memiliki susunan yang sistematis sehingga urutannya tidak boleh asal sembarangan. Selain itu, kumpulan daftar pustaka pun penulisannya harus urut secara abjad.

Sebelum mengetahui contoh referensi atau daftar pustaka sebaiknya Anda paham terlebih dahulu mengenai unsur-unsur yang biasa digunakan.

Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan penulisan daftar pustaka yang baik dan benar. Berikut merupakan beberapa unsur-unsur penting yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka:

Nama Penulis

Mencantumkan nama penulis dari sumber bahan yang Anda gunakan merupakan hal yang terpenting agar terhindar dari kata plagiarisme. Nama penulis biasanya terletak pada bagian awal daftar pustaka. Apabila nama penulis terdapat lebih dari dua kata maka penulisannya dibalik nama belakang diletakkan di depan dan sebaliknya.

Cara menulisnya yakni dengan menuliskan nama belakang dahulu kemudian koma baru tuliskan nama depannya. Namun terkadang sebuah karya ditulis oleh lebih dari satu pengarang, maka Anda dapat menuliskannya dengan memberi tambahan kata “dan”. Untuk penulisan nama penulis selanjutnya dituliskan nama asli. Jika Anda tidak ingin repot cukup tuliskan satu saja dengan diberi tambahan koma lalu kata “dkk”.

Tahun Terbit

Biasanya setelah nama pengarang tahun terbit ditulis dan hal ini juga sangat perlu dicantumkan. Dalam menuliskan tahun terbit Anda harus teliti karena sering terjadi kesalahan yakni tertukar antara tahun terbit dengan tahun cetakan awal.

Penulisan tahun terbit dalam daftar pustaka bukanlah angka melainkan huruf dan jika tidak ada dapat Anda tulis “Tanpa tahun”.

Judul

Penulisan judul karya yang Anda jadikan sebagai sumber wajib lengkap dan tidak boleh kurang sedikit pun. Judul dituliskan di sebelah tahun terbit dan cara penulisan judul ialah miring atau italic dan ada beberapa aturan yang mengatakan penulisan judul secara tebal dan garis bawah. Penggunaan setiap font capital juga harus diperhatikan dan persis seperti aslinya.

Kota Terbit

Tepat di sebelah judul buku harus dituliskan kota dimana sebuah karya tersebut diterbitkan. Penulisan kota terbit dalam daftar pustaka ini diakhiri dengan tanda titik dua(:).

Nama Penerbit

Setelah penulisan kota terbit disertai tanda titik dua wajib Anda tuliskan nama penerbit dari sebuah karya tersebut.

Contoh Referensi Bersumber Buku

Contoh Referensi Bersumber Buku

Karena banyaknya jenis sumber media yang bisa dijadikan daftar pustaka maka bentuk daftar pustaka pun juga beragam. Salah satu media yang sering digunakan sebagai sumber bahan dalam pembuatan karya tulis ialah buku.

Anda perlu memperhatikan tata cara penulisan daftar pustaka yang berasal dari buku terutama urutan dan tanda bacanya.

Penulisan daftar pustaka yang berasal dari buku memiliki format yang harus Anda ikut untuk mendapatkan daftar pustaka yang baik dan benar. Format penulisan tersebut yaitu: Nama pengarang. Tahun terbit.

Judul buku. Tempat terbit: Nama penerbit. Berikut merupakan beberapa contoh penulisan daftar pustaka dari berbagai buku:

Satu Orang Penulis

Apabila sumber buku yang Anda gunakan mempunyai satu penulis maka penulisan nama dibalik seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Supaya Anda lebih paham mengenai format penulisan maka perhatikan beberapa contoh berikut:

  • Purnomo, Hari. 2004. Pengantar Teknik Industri. Yogyakarta:Graha Ilmu.
  • Mahendra, Rendra. 2010. Politik dan Ekonomi. Jakarta: Pustaka Barat.
  • Syafani, Riska. 2001. Gaya Fashion Terkini. Makasar: Media Baru.
  • Yusuf, Syaifuddin. 2011. Perkembangan Islam. Lampung: Media Baru.
  • Baxter, C. 1997. Race equality in health care and education. Philadelphia: Balliere Tindal.
  • Winarsunu, T. 2015. Penelitian Psikologi dan Pendidikan Berupa Statistik. Jakarta: UMM Press.

Dua atau Tiga Orang Penulis

Tidak sedikit sebuah buku ditulis oleh lebih dari satu penulis atau pengarang. Dalam pembuatan daftar referensi Anda boleh mencantumkan nama semua penulis atau cukup satu saja. Berikut merupakan contoh daftar referensi dari buku yang memiliki dua atau tiga penulis:

  • Notosoedirdjo, M, & Latipun. 2014. Kesehatan Mental. Malang: UMM Press.
  • Amrullah, Agus, dan Gading N.W. 2011. Tips dan Trik Pidato Bahasa Inggris Termanjur. Surabaya: Gagas Media.
  • Alfiyan, Yoga, Amru Andri dan Prasetyo Sunarya. 2008. Cara Mengajar Anak TK, SD, dan SMP Dengan Baik. Bandung: Sinar Pengetahuan.

Tanpa Penulis

Terkadang dalam sebuah buku tidak terdapat nama penulisnya, namun Anda tak perlu bingung bagaimana cara menulis daftar pustakanya. Jika tidak ada nama penulis dalam sebuah buku maka Anda cukup menggantinya dengan nama lembaga penerbit. Selain itu Anda juga bisa menuliskan dengan kata “anonim”. Berikut merupakan beberapa contoh daftar referensi dari buku yang tidak ada nama penulisnya:

  • Merriam-Webster’s collgiate dictionary (10th). 1993. Springfield, MA: Merriam-Webster.
  • 1999. Kancil Yang Cerdik. Surabaya: Intermedia.
  • 2010. Panduan Untuk Mengajar Siswa Pada Pendidikan Tingkat Sekolah Menengah Atas. Jakarta: Depdiknas.
  • 2000. Kumpulan Pantun, Gurindam dan Puisi. Malang: Balai Pustaka.

Buku Teks Terjemahan

Ketika Anda membuat suatu karya tentu tidak hanya kan menggunakan sumber buku yang lokal saja. Ada banyak buku yang berasal dari luar negeri dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa. Berikut merupakan beberapa contoh daftar referensi yang berasal dari buku terjemahan:

  • Saputra, Robi (Penterjemah). 2011. Analisis Manajemen Pemasaran.Jakarta: Intermedia.
  • Mariah, Hanna. 2010. Resiko dan Bahaya Merkuri Yang Terdapat Pada Produk Kosmetik. Bernadetta D, penerjemah. Yogyakarta: Genderang Ilmu. Terjemahan dari World of Beauty.
  • Yusur P, ed. 2007. Jaringan Sel Tumbuhan. Malang (ID): Gagas Media.

Nama Penulis Sama, Judul Buku Berbeda

Setiap pengarang atau penulis buku pasti memiliki lebih dari satu karya tulisan. Apabila Anda menggunakan lebih dari sumber buku yang judulnya berbeda tetapi pengarangnya sama, maka terdapat format penulisan yang berbeda. Anda dapat menuliskan atau mengetik garis bawah sebanyak 10 ketukan untuk menggantikan nama penulis. Berikut ada beberapa contohnya:

  • 2012. Dasar Akuntasi. Bandung: Sinar Pengetahuan
  • ———-. 2014. Dasar Akuntansi Jilid II. Bandung: Sinar Pengetahuan.

Contoh Referensi Bersumber Jurnal

Tidak jarang sebuah jurnal digunakan sebagai sumber karya tulis dan bentuk daftar pustaka dari jurnal pun tidak jauh berbeda dengan yang lainnya. Perbedaannya ialah jika Anda menggunakan jurnal sebagai sumber maka daftar pustakanya diberi tambahan nama jurnal, volume, dan halaman. Kota terbit dan nama penerbit tidak perlu dicantumkan. Supaya lebih paham perhatikan beberapa contoh berikut:

  1. Bayhaqi Afif. 2010. Peristiwa Pemalsuan Laporan Keuangan. Jurnal Akuntansi. 11(2): 16-22.
  2. Naufal Sera. 2019. Cara dan Syarat Yang Perlu Dilakukan Saat Ingin Zakat. Jurnal Agama Islam. 9(5): 19-31.
  3. Tyas Zezari. 2015. Mengingat Sejarah Proklamasi di Indonesia 1945. Jurnal Sejarah. 7(8): 9-15.
  4. Brama Jati. 2015. Pentingnya Teknologi Informasi Untuk Menunjang Ε-Commerce. Jurnal Teknologi Informasi.12(8): 24-28.
  5. Abdul Fatah. 2016. Niat Sholat 5 Waktu Dan Tata Cara Berwudhu. Jurnal Pendidikan Islam. 10(2): 21-32.

Contoh Referensi Makalah

Berbagai macam judul makalah seringkali digunakan sebagai sumber bahan pembuatan karya tulis oleh seseorang. Oleh karena itu terdapat daftar referensi atau daftar pustaka yang sumbernya berasal dari seuatu makalah. Dalam penulisannya yakni mencantumkan nama seminar yang terdapat dalam makalah. Agar Anda lebih paham perhatikan beberapa contoh daftar pustaka dari makalah berikut:

  1. Veronica Sari. 2015. Efek Samping Makanan Cepat Saji Dalam Jangka Waktu Lama. Makalah.
  2. Nurane Vernadine. 2013. Penerapan Good Governance Pada Berbagai Bidang. Makalah.
  3. Hani Paramitasari. 2010. Analisis Iklim Yang Ada di Indonesia. Makalah.
  4. Tatsbita Putri. 2019. Dampak Buruk Merebaknya Virus COVID 19.

Contoh Referensi Dari Internet

Internet merupakan salah satu sumber yang paling menunjang dalam pembuatan karya tulis. Hampir semua orang selalu memakai sumber internet untuk memperoleh dan memperlus informasi. Daftar pustaka yang bersumber dari internet bentuknya berbeda tidak seperti daftar pustaka pada umumnya. Ada beberapa unsur yang perlu dicantumkan, berikut ada beberapa contohnya:

  1. Eka, Saputra. 2009. Akibat Globalisasi di Indonesia. http://globalisasi.blogspot.com/2009/02/01-akibat-globalisasi.html. (2 Januari 2009).
  2. Nur, Farhan. 2019. Macam-Macam Pakaian Adat Daerah yang Ada di Indonesia. http://budaya.blogspot.com/2019/05/06-pakaian-adat-di-indonesia.html. (5 Juni 2019).
  3. Yogatama, Rizky. 2011. Cara Menulis Daftar Pustaka atau Daftar Referensi yang Benar dan Benar. (URL)

Contoh Referensi Bersumber Skripsi/Tesis

Tidak jarang pula sebuah skripsi, tesis, dan disertasi digunakan sebagai sumber bahan penulisan suatu karya. Hal tersebut dikarenakan di dalam skripsi, tesis, dan disertasi mengandung banyak informasi tertentu yang dibutuhkan.Perbedaan yang menonjol ialah terdapat penulisan nama universitas sebagai ganti nama penerbit.

Hal yang harus Anda perhatikan pada skripsi/tesis ialah apabila karya yang Anda jadikan sebagai sumber tersebut tidak diterbitkan, maka Anda harus mencantumkan kalimat “tidak diterbitkan”. Berikut ada beberapa contoh referensiyang bersumber dari tesis/skripsi:

  1. Maria, Angel. 2006.Analisis TanggapanMasyarakat Terhadap Kebijakan Pemerintah. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
  2. 2009. Pandangan Terhadap Ekonomi di Indonesia. Skripsi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret
  3. Dentamira, Friska. 2016. Pengaruh Makanan Cepat Saji Terhadap Lansia. Skripsi. Malang: Universitas Malang.
  4. Vera A. 2012. Perubahan Sikap Masyarakat. Skripsi. Bogor: Institusi Pertanian Bogor

Contoh Referensi Bersumber Koran

Daftar pustaka atau referensi yang bersumber dari koran penulisannya tidak jauh berbeda dengan sumber dari buku. Unsur-unsur seperti nama penulis, tahun terbit, kota terbit, nama penerbit harus dicantumkan. Perbedaannya ialah judulnya tidak ditulis miring melainkan diberi tanda kutip pembuka dan penutup. Perlu ditambahkan halaman koran yang memuat tulisan yang Anda ambil.

Nama koran juga harus dicantumkan dan penulisannya ialah miring atau italic. Selain itu, halaman yang Anda cantumkan harus diberi tanda kurung. Supaya lebih paham perhatikan beberapa contoh berikut:

  1. Rizky, Ihza. 2004. Merebaknya Penggunaan Internet. Kompas, hlm 61-64.
  2. Hadi, Ibnu. 2012. Banyakanya Pengguna Smartphone membuat perusahaan asing semakin mendapat keuntungan. Kompas, hlm 25-30
  3. Sari, Nispi. 2011. Harga Semabako turun, Harga Bumbu Meningkat. Tribun( 11 November 2011).
  4. Salsabil, Aisy. 2012.Inflasi Naik Menyebabkan Harga Barang Menjadi Mahal. Kompas, hlm 14-19.
  5. Maharani, Tika. 2011.Model Busana Terkini 2011. Pontianak: Tribun. (12 Desember 2014).

Contoh Referensi Bersumber Kamus Atau Ensiklopedia

Kamus juga sering digunakan sebagai sumber dalam pembuatan karya tulis, oleh karena itu Anda juga harus paham cara menulis daftar referensi yang bersumber dari kamu. Berikut merupakan beberapa contoh yang dapat Anda jadikan sebagai pedoman:

  1. 2004. Ilmu Koding. Ensiklopedia Komputer 100: 103-108
  2. 2000. Ilmu Statistik. Ensiklopedia Matematika 200: 289-290
  3. Putra, Henri. 2000. Ilmu Geografi. Ensiklopedia Sejarah 200: 301-308

Contoh Referensi Majalah

Nama penulis, kota dan tahun terbit, judul, nama penerbit harus Anda cantumkan. Menambahkan tanggal dan halaman akan membuat daftar referensi yang Anda buat menjadi lebih baik. Berikut beberapa contoh daftar referensi yang sumbernya majalah:

  1. Rika, Andin. Membuat Masker Rambut Dengan Bahan Alami. Bandung: Majalah Beauty. Halaman 30.
  2. 2006. Modifikasi Motor Menjadi Keren Dengan Harga Murah. Yogyakarta: Majalah Otomotif. Halaman 19.
  3. 2018. Tipe Sepatu Yang Cocok Untuk Kuliah Serta Jalan-jalan. Surakarta: Majalah Fashion (16 Maret 2011).
  4. Etika, Ucil. 2015. Memadukan Pakaian Berbahan Jeans Agar Terlihat Lebih Keren. Jakarta: Berita Zaman Now. Halaman 56-59
  5. 2010. Manfaat Jeruk Nipis Untuk Mencerahkan Wajah. Malang: Majalah Wanita

Contoh Referensi Bersumber Wawancara

Penulisan daftar referensi yang bersumber dari wawancara tidak jauh berbeda dengan yang lainnya. Anda perlu mencantumkan nama acara, tahun, dan tempat wawancara dilakukan. Berikut ada beberapa contoh daftar referensi yang bersumber dari wawancara:

  1. 2016. Panorama Indonesia. TVRI. Surabaya. 60 mins.
  2. Aulia, Indri. 2011. Peringatan Hari Pahlawan. TVRI. Pontianak. 30 mins.
  3. Rahayu, Risa. 2017. Kenangan Kemerdekaan. TVRI. Jakarta. 60 mins.
  4. Indah, Vina. 2013. Indonesia Akan Mengalami Resesi. TVRI. Yogyakarta. 30 mins.
  5. Azzahra, Yuja. 2017. Tempat Wisata di Indonesia. TVRI. Jakarta. 60 mins.

Penulisan Daftar referensi atau yang biasa disebut dengan Daftar Pustaka merupakan hal yang penting dalam pembuatan suatu karya tulis. Setiap sumber yang digunakan memiliki tata cara yang berbeda-beda dalam penulisan daftar pustakanya. Dari berbagai contoh tersebut Anda dapat menggunakannya sebagai pedoman dalam menulis daftar pustaka.

Hallo ! Belajar Terus dan memberikan manfaat bagi orang lain. Seorang pemuda yang hobi menulis tentang pengetahuan.