Contoh Tinjauan Pustaka

contoh tinjauan pustaka
contoh tinjauan pustaka

Contoh Tinjauan pustaka merupakan salah satu bagian penting dari proposal dan laporan penelitian. Contoh tulisan yang membutuhkan tinjauan pustaka adalah jurnal, makalah, dan skripsi. Bagian yang juga disebut dengan studi kepustakaan ini terletak pada bab dua di dalam proposal maupun laporan penelitian.

Tinjauan pustaka atau landasan teori berisi berbagai literatur yang mendasari sebuah penelitian. Literatur yang dimaksud di sini adalah teori yang telah dikemukakan oleh para ahli. Penyusunan literatur harus sesuai dengan format yang telah ditentukan.

Manfaat Tinjauan Pustaka

Manfaat Daftar Pustaka

Ada beberapa manfaat dari tinjauan pustaka, diantaranya adalah :

  • Pembaca bisa mengetahui perkembangan beberapa pustaka atau penelitian sebelumnya yang mempunyai keterkaitan dengan karya ilmiah.
  • Memberikan informasi mengenai sumber-sumber data yang digunakan. Sumber data ini sesuai dengan penelitian karya ilmuah yang akan dilakukannya. Hal ini bisa membantu untuk mengetahui sebuah masalah apa yang dibahas dalam isi tinjauan pustaka, sehingga bisa merancang metode penelitian yang akan di pakai.
  • Membuktikan keaslian penelitian, karena pembaca bisa mengetahui perbedaan penelitian yang hendak di buat dengan penelitian sebelumnya.

Tidak hanya untuk pembaca saja, tinjauan pustaka bermanfaat untuk calon penelitian, diantarany adalah :

  • Memberikan sebuah ide dan pendekatan yang belum pernah kamu ketahui sebelumnya.
  • Membantu memberikan contoh tinjauan pustaka yang berupa gambaran tentang metode dan teknik yang bisa dipakai.
  • Bisa menunjang rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitiannya.
  • Memberikan sebuah kepercayaan diri karena sudah terbukti ada penelitian-penelitian sebelumnya yang mengangkat topik atau permasalahan yang sama.

Cara Membuat Tinjauan Pustaka

Cara Membuat Tinjauan Pustaka

 

Banyak sekali pilihan cara membuat tinjauan pustaka. Pada umumnya, cara membuat tinjauan pustaka dilakukan secara sistematis dengan mencari, mengevaluasi dan menyimpulkan pustaka yang diperolehnya. Supaya lebih mudah, berikut ini ada cara untuk membuat tinjauan pustaka :

  • Identifikasi Kata Kunci

Kamu bisa memulai dengan mengidentifikasi beberapa kata kunci penelitian. Cara ini untuk memudahkan kamu untuk mencari sumber data di berbagai tempat, seperti perpustakaan ataupun di internet. Kata kunci atau keyword bisa di temukan pada saat kamu sedang mengidentifikasi topik.

  • Mencari Referensi

Jika kata kunci sudah ditemukan, Kamu bisa memulai mencari bahan referensi. Referensi bisa dipat di temukan pada koran, jurnal, buku, karya ilmiah dan artikel. Jangan lupa untuk melihat relevansi topik yang akan digunakan dengan pustaka yang lainnya.

  • Buat Ringkasan

Setelah menemukan referensi, buatlah ringkasan dari sumber referensi. Ringakasan ini yang nantinya akan disusun menjadi tinjauan pustaka Kamu. Supaya terhindar dari plagiarisme, tulislah kembali pernyataan dalam pustaka yang kamu dapat dengan menggunakan kata-kata sendiri. Hal ini biasanya disebut dengan sebutan pharapharsing.

  • Gabungkan Dan Mulai Menyusun Tinjauan Pustaka

Ringkasan dari beberapa pustaka yang sudah selesai dibuat, kemudian disusun menjadi tinjauan pustaka. Untuk penulis yang sesuai, biasanya tinjauan pustaka ditulis dengan format penulis-tahun/

Supaya penganturannya lebih mudah, Kamu bisa menggunakan bantuan dengan perangkat lunak lain, seperti EndNote atau Mendeley. Dua perangkat lunak bisa memudahkan Kamu untuk mengatur dan meminimalisir kesalahan pada sitasi dan tinjauan pustaka. Penulisan ini juga harus mempunyai relevan antara satu pustaka dengan pustaka yang lainnya.

Contoh Tinjauan Pustaka Proposal

Contoh Tinjauan Pustaka Proposal

 

Tinjauan pustaka proposal ini dapat digunakan untuk proposal penelitian ataupun skripsi. Berikut ini contoh tinjauan pustaka untuk proposal penelitian tentang pemanfaatan ekstrak tablet daun sirih bagi kesehatan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Landasan teori

1 Sirih

Tanaman sirih memiliki nama Latin yaitu Piper betle L. Tanaman ini tumbuh merambat dan dapat mencapai tinggi sekitar 15 cm. Daun dari tanaman ini berbentuk seperti jantung hati dan ukurannya cukup besar.

Daun sirih mengandung berbagai kandungan kimia yang bermanfaat. Beberapa di antaranya adalah polifenol, flavonoid, saponin, dan minyak atsiri. Karena kandungan tersebut, daun ini digunakan untuk mengobati berbagai keluhan kesehatan, misalnya mimisan, bisul, dan sakit gigi.

2. Ekstraksi Daun Sirih

Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan cara mengekstraksi zat aktif yang berasal dari simplisia nabati maupun hewani. Untuk melakukannya, dibutuhkan pelarut tertentu yang cocok dengan bahan yang akan diekstrak. Kemudian, larutan ini akan diuapkan sehingga menyisakan serbuk ekstraksi.

Dihasilkannya serbuk ini bertujuan untuk memudahkan penakaran dosis obat. Pembuatan ekstrak daun sirih dapat dilakukan dengan beberapa metode. Metode-metode tersebut adalah perkolasi, maserasi, dan sohletasi.

3. Tinjauan Mengenai Tablet Hisap

Tablet merupakan sediaan padat yang mengandung bahan obat-obat dengan bahan pengisi maupun tidak. Bentuk sediaan tablet menawarkan keuntungan. Beberapa di antaranya adalah tahan lama, mudah dibawa, dan takaran dosisnya tepat.

Tablet hisap merupakan tablet sediaan padat yang mengandung satu bahan obat atau lebih dengan tambahan bahan perasa beraroma dan pemanis. Tablet ini dapat berangsur-angsur larut ketika dihisap. Tablet hisap biasanya digunakan untuk mencegah ataupun mengobati infeksi yang terjadi pada rongga mulut atau tenggorokan.

Beberapa bahan tambahan digunakan dalam proses pembuatan tablet hisap ekstrak daun sirih. Penambahan ini bertujuan agar tablet tersebut memenuhi kriteria akan tablet hisap yang baik. Bahan tambahan ini tidak memiliki bau, rasa, serta tidak mengakibatkan perubahan fisik yang mencolok saat dicampur dengan ekstrak daun sirih.

Bahan tambahan yang digunakan adalah binders atau pengikat, misalnya polietilen. Selain itu, ada juga bahan pelicin (misalnya talk), pengisi (untuk memastikan ukuran tablet sesuai dengan kebutuhan), dan bahan pemanis (misalnya sukrosa) serta perasa.

4. Kajian Penelitian yang Relevan

Berikut ini dikemukakan penelitian yang relevan mengenai penggunaan tablet hisap ekstrak daun sirihuntuk kesehatan. Penelitian ini dilakukan oleh Dwi Qorina dengan judul Keefektifan Daun Sirih untuk Mengobati Sariawan. Penelitian tersebut mengulas hubungan daun sirih dan sariawan yang terbukti memiliki hubungan positif.

5. Kerangka Berpikir

Sebelumnya, penulis mengamati bahwa olahan tradisional daun sirih yang berupa air rebusan tidak begitu diminati. Padahal, rebusan ini cukup berkhasiat. Oleh karena itu, penulis berinisiatif untuk membuat tablet hisap ekstrak daun sirih tanpa mengurangi kandungan berkhasiat di dalamnya. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh khasiatnya dengan mudah.

Untuk membuatnya, penulis menggunakan bahan pengikat dari Polivinil Pirolidon (PVP) yang biasanya digunakan guna membuat granul. Bahan tambahan ini dapat menciptakan tablet kering serta berkualitas dan dapat larut dalam air, bahkan alkohol.

Bahan tambahan ini aman, terutama jika digunakan dalam takaran yang tepat. Kadar PVP sebesar 0,5 hingga 5% tidak akan mengakibatkan efek toksik. Pada kadar ini, membran mucus maupun saluran pencernaan tidak akan menyerapnya.

6. Hipotesis Penelitian

Kenaikan kadar bahan pengikat Polivinil Pirolidon memengaruhi karakter fisik dari tablet hisap ekstrak daun sirih.

Kenaikan konsentrasi Polivinil Pirolidon meningkatkan tingkat kekerasan tablet hisap sehingga menurunkan kerapuhan tablet hisap dan memperlama waktu larut dari tablet hisap.

Baca Juga : Contoh Resume

Contoh Tinjauan Pustaka Makalah

Contoh Tinjauan Pustaka Makalah

 

Bentuk tinjauan pustaka makalah berbeda dari tinjauan pustaka proposal. Formatnya lebih sederhana. Selain itu, tinjauan pustaka atau landasan teori pada makalah dijadikan satu dengan pembahasan yang ada pada Bab II.

Hal ini karena makalah memang menelaah kajian literatur tertentu. Berikut ini contoh tinjauan pustaka makalah tentang pembelajaran marathon dalam mata pelajaran pendidikan olahraga.

BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Marathon

Marathon adalah salah satu jenis olahraga atletik. Bentuk olahraga ini berupa lari jarak jauh yang jaraknya telah ditentukan. Jarak untuk setengah marathon adalah 21,10 km dan jarak untuk marathon penuh adalah 42,19 km.

Asal usul olahraga ini berasal dari legenda tentang Pheidippides, utusan Yunani pada perang Yunani-Persia. Ia diutus untuk mengabarkan kepada rakyat Athena bahwa pasukan Persia telah berhasil dikalahkan dalam pertempuran Marathon. Dalam melakukan tugasnya ini, ia berlari dari Marathon ke Athena yang jaraknya bermil-mil.

Namun, legenda lain menyatakan bahwa Pheidippides tidak diutus untuk mengumumkan kemenangan Yunani atas Persia. Menurut legenda tersebut, ia diutus dari Athena menuju Sparta guna mencari bantuan. Dalam melakukan tugasnya ini, ia berlari dari Athena ke Sparta dan kembali lagi ke Athena yang jarak tempuhnya adalah 240 km sekali jalan tanpa berhenti.

2. Teori Teknik Gerakan Marathon

Ada beberapa teknik gerakan marathon yang dapat dilakukan. Teknik gerakan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Pada lintasan berkelok atau lurus.
  2. Maju, mundur, serta ke samping.
  3. Cepat maupun lambat.
  4. Melewati rintangan.
  5. Pada lapangan rumput.
  6. Di jalan.

Tujuan dari lari marathon ini adalah menempuh jarak tertentu (dengan atau tanpa melewati rintangan) secepat yang dapat dilakukan oleh pelari. Untuk menempuh jarak tersebut, pelari diperbolehkan untuk berjalan di sela-sela lari.

3. Gerakan Lari

Pada olahraga lari, terdapat gerakan yang dominan. Gerakan utama ini adalah ayunan lengan serta langkah kaki. Dalam melakukan gerakan ini, pelari harus mempertimbangkan pengaturan nafas, keserasian gerakan tungkai dan lengan, serta kecondongan tubuhnya.

Kecepatan lari seseorang ditentukan oleh panjang langkah kakinya serta kekerapan langkahnya. Yang dimaksud langkah kaki di sini adalah tahap menumpu dan tahap melayang yang dilakukan oleh kaki. Sedangkan gerak ayunan bermula dari kaki menumpu, mendorong, dan mengayun

4. Berbagai Model Pembelajaran Marathon

Ada beberapa model Pembelajaran marathon yang dapat diterapkan di sekolah ataupun pelatihan olahraga. Salah satunya adalah ARIAS yang di dalamnya terkandung lima komponen. Komponen tersebut adalah attention, relevance, confidence, satisfaction, dan assessment.

Sedangkan metode pembelajaran yang dapat diterapkan adalah metode demonstrasi. Dalam metode ini, guru menerangkan serta memperlihatkan gerakan apa saja yang harus dilakukan. Selain itu, ada juga metode permainan. Di sini, guru memperkenalkan gerakan lari melalui permainan yang menyenangkan serta memotivasi.

Contoh Tinjauan Pustaka Laporan PKL

Contoh Tinjauan Pustaka Laporan PKL

 

Setelah melaksanakan PKL atau Praktik Kerja Lapangan, siswa biasanya diharuskan untuk membuat laporan. Pada laporan tersebut, siswa perlu menuliskan tinjauan pustaka pada Bab II. Berikut ini contoh Bab II dari laporan PKL yang dilakukan di sebuah layanan konsultan arsitek.

BAB II

Tinjauan Pustaka

1. Pengertian Proyek

Abrar Husen (2009:4) menyatakan bahwa proyek adalah gabungan berbagai sumber daya, contohnya manusia, peralatan, modal, dan material, yang dihimpun pada suatu organisasi sementara guna mencapai tujuan.

Sedangkan berdasarkan pendapat Larson (2006:3) proyek adalah usaha kompleks yang sifatnya tidak rutin serta dibatasi oleh anggaran, waktu, serta sumber daya dengan spesifikasi kinerja yang telah direncanakan agar sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa definisi proyek secara umum adalah suatu kegiatan pekerjaan yang dilakukan atas dasar permintaan pelanggan atau pemiliki pekerjaan untuk mencapai tujuan tertentu serta dikerjakan oleh pelaksana pekerjaan sesuai dengan anggaran dan batasan waktu yang telah disetujui.

2. Pengertian Perencanaan

Sondang P. Siagian (1994: 108) menyatakan bahwa perencanaan adalah proses pemikiran serta penentuan secara matang dan menyeluruh atas hal-hal yang akan dilakukan di masa mendatang guna mencapai tujuan tertentu.

Sedangkan Henry Fayol (1987) berpendapat bahwa perencanaan adalah penetapan tujuan dan strategi kebijaksanaan proyek, metode, prosedur dan sistem anggaran guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah proses penentuan tujuan proyek serta cara-caranya untuk mencapai tujuan tersebut. Hasil dari perencanaan digunakan sebagai landasan dalam pelaksanaan proyek. Selain itu, perencanaan juga berfungsi untuk mengontrol jalannya pelaksanaan proyek.

3. Pengertian Konsultan Perencana Arsitektur

Untuk mengetahui definisi konsultan perencana arsitektur, pertama-tama perlu diketahui pengertian perencana terlebih dahulu. Menurut Kepres no.95 Tahun 2007, perencana adalah badan usaha maupun perseorangan yang memiliki kegiatan usaha berbentuk layanan jasa konsultasi.

Sedangkan menurut Permen PU No.08/PRT/M/2011, perencana konstruksi merupakan penyedia jasa berbentuk badan usaha atau perseorangan yang telah dinyatakan mampu mewujudkan pekerjaan dalam bentuk dokumen perencanaan atau bentuk fisik lainnya oleh profesional di bidang jasa perencana konstruksi.

Menurut IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) perencana arsitektur atau yang secara perorangan disebut arsitek adalah ahli yang memiliki dasar pendidikan tinggi arsitektur, memiliki kompetensi yang diakui serta sesuai dengan ketetapan organisasi dan melaksanakan praktik profesi Arsitek.

Sedangkan pengertian konsultan perencana adalah perusahaan yang memenuhi syarat untuk melakukan tugas konsultasi di bidang perencanaan lingkungan maupun bangunan serta kelengkapannya, membantu pengadaan dokumen yang diperlukan, dan menjadi penanggung jawab dalam pelaksanaan proyek (Permen PU 45/PRT/M2007).

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Konsultan Perencana Arsitektur adalah badan usaha atau perorangan yang berprofesi sebagai perencana serta melaksanakan tugas-tugas perencanaan dalam bidang Arsitektur.

Contoh Tinjauan Pustaka Laporan Praktikum

Contoh Tinjauan Pustaka Laporan Praktikum

 

Praktikum sering kali dilakukan oleh siswa SMA jurusan IPA maupun mahasiswa fakultas sains dan teknologi. Setelah praktikum dilakukan, mereka pasti diminta untuk membuat laporan praktikum.

Dalam laporan ini, mereka harus mencantumkan tinjauan pustaka dan hasil praktikum mereka. Berikut ini contoh tinjauan pustaka laporan praktikum tentang perkecambahan.

Tinjauan Pustaka

Kajian Teori

Pertumbuhan tanaman biji diawali dengan perkecambahan. Setelah itu, tanaman akan mengalami pertumbuhan primer serta sekunder.

1. Perkecambahan

Ketika masa dormansi telah berakhir, biji akan mulai berkecambah. Perkecambahan terjadi ketika radikula atau calon batang tumbuh keluar dari biji. Calon batang tersebut tumbuh ke bawah dan nantinya akan menjadi akar. Pada saat yang sama plumula tumbuh mengarah ke atas dan menjadi batang.

Proses perkecambahan ini ditandai dengan terbentuknya kecambah yang penampakannya seperti tanaman kecil. Hidup kecambah ini bergantung pada persediaan makanan yang dapat ditemukan pada biji. Kecambah memiliki empat bagian penting. Mereka adalah plumula (pucuk lembaga), kotiledon (daun lembaga), kaulikulus (batang lembaga), dan embrionik (akar lembaga).

Kotiledon berfungsi sebagai penyedia makanan bagi kecambah. Di dalamnya terdapat zat makanan yang berguna bagi pertumbuhan kecambah menjadi tanaman. Kecambah memerlukan zat makanan dari kotiledon karena belum dapat melakukan proses fotosintesis.

Perkecambahan ada dua jenis:

Epigeal

Pada perkecambahan jenis ini, kotiledon terangkat ke atas sehingga berada di atas tanah. Contoh tanaman yang mengalami perkecambahan epigeal adalah kacang tanah serta kacang hijau.

Hipogeal

Pada perkecambahan ini kotiledon tidak terangkat ke atas. Dengan demikian, daun lembaga tetap terletak di dalam tanah. Contoh tanaman yang mengalami perkecambahan hipogeal adalah jagung, kacang kapri, sertapadi.

  • Pertumbuhan primer

Sebuah tanaman dikatakan mengalami pertumbuhan primer jika pertumbuhan tanaman hanya terjadi pada bagian yang secara aktif membelah atau tumbuh. Bagian ini dinamai jaringan meristem. Jaringan meristem ada pada titik tumbuh batang serta titik tumbuh akar. Jaringan tersebut sudah ada sejak tanaman berada dalam bentuk embrio.

Pada jaringan meristem ini terdapat hormon auksin. Hormon ini membantu akar maupun batang untuk tumbuh. Selain itu, hormon ini sangat berperan dalam perkecambahan.

  • Pertumbuhan sekunder

Sebuah tanaman dapat mengalami pertumbuhan sekunder jika memiliki kambium. Dengan demikian, pertumbuhan sekunder menyebabkan tanaman bertambah besar. Hal ini karena pertumbuhan kambium menghasilkan batang yang memiliki diameter yang semakin besar. Semua tanaman dikotil serta gymnospermae mengalami jenis pertumbuhan ini.

2. Hipotesis

Proses perkecambahan biji kacang hijau yang dilakukan pada tempat yang gelap akan menghasilkan kecepatan pertumbuhan yang lebih cepat daripada perkecambahan yang diletakkan pada tempat yang terang. Penyebab perbedaan ini adalah efek hormon auksin yang dipengaruhi oleh sinar matahari.

Contoh Tinjauan Pustaka Tugas Akhir

Contoh Tinjauan Pustaka Tugas Akhir

 

 

Tugas akhir merupakan salah satu tugas terberat dan terpenting bagi mahasiswa. Penulisan tugas akhir atau skripsi ini tidak mudah dilakukan. Semua bagiannya harus di tulis dengan hati-hati, termasuk bagian tinjauan pustaka. Berikut ini contoh tinjauan pustaka tugas akhir tentang pendidikan dalam kaitannya dengan perilaku hidup sehat.

BAB II

Tinjauan Pustaka

1. Pendidikan

a. Pengertian Pendidikan

Pendidikan merupakan usaha serta aktivitas manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan cara membina potensi pribadinya, yaitu budi pekerti, pikir, cipta, rasa, dan karsa (Fuad, 2005). Proses ini merupakan sesuatu yang berlangsung secara berkelanjutan dari satu generasi ke generasi berikutnya (Tirtarahardja et al., 2005).

Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu proses pembentukan pribadi. Proses ini berlaku untuk mereka yang belum dewasa maupun yang telah dewasa. Dalam menjalaninya, mereka yang belum dewasa dibantu oleh orang dewasa. Sedangkan pada mereka yang telah dewasa, proses ini dilakukan atas usaha sendiri.

Meski telah dewasa, orang tetap dituntut untuk mengembangkan diri sehingga kualitas kepribadian semakin baik. Selain itu, proses pengembangan pribadi yang terus dilakukan juga dapat membantu seseorang untuk bisa menghadapi tantangan kehidupan yang terus berubah.

b. Tujuan dan Proses Pendidikan

Tujuan pendidikan memiliki kaitan erat dengan nilai-nilai luhur, indah, dan pantas bagi kehidupan. Sehingga, tujuan pendidikan memiliki dua fungsi. Fungsi yang pertama adalah memberi arahan pada seluruh kegiatan pendidikan. Fungsi yang kedua adalah menjadi apa yang hendak dicapai dalam kegiatan pendidikan.

Tujuan pendidikan bersifat normatif. Di dalamnya terdapat norma yang memaksa. Meski demikian, norma tersebut tidak berlawanan dengan hakikat perkembangan siswa dan dapat diakui masyarakat sebagai nilai hidup yang luhur (Tirtarahardja et al., 2005).

Selain itu, tujuan pendidikan bersifat abstrak. Hal ini dikarenakan oleh nilai-nilai abstrak yang terkandung di dalamnya. Di sisi lain, pendidikan merupakan tindakan nyata. Oleh karenanya, tujuan tersebut harus dibuat nyata dan jelas. Sehingga, tujuan umum pendidikan perlu dibentuk dalam poin mendetail serta terbatas agar mudah dicapai selama pelaksanaannya.

Sementara itu proses pendidikan merupakan kegiatan di mana pendidik menggerakkan semua komponen pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan. Proses ini sangat menentukan keberhasilan dari pencapaian tujuan pendidikan.

Tujuan proses pendidikan di sekolah adalah menciptakan proses belajar serta pengalaman. Seorang siswa tidak akan memperoleh hasil belajar yang maksimal tanpa merasakan pengalaman. Proses belajar dari pengalaman ini hakikatnya terjadi sepanjang kehidupan mereka yang belum maupun telah dewasa.

c. Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan merupakan tahapan pendidikan yang ditentukan berdasarkan pada tingkat perkembangan peserta didik, tingkat kesulitan materi yang diajarkan, dan cara menyajikan materi tersebut. Menurut Ikhsan (2005), tingkat pendidikan terdiri dari pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.

  • Pendidikan dasar

Tingkat pendidikan ini memberi pengetahuan, ketrampilan, serta menumbuhkan sikap dasar yang dibutuhkan untuk hidup di tengah masyarakat. Selain itu, pendidikan dasar juga mempersiapkan siswa untuk memasuki pendidikan menengah.

Dengan menempuh pendidikan dasar, siswa akan memperoleh bekal mendasar untuk perkembangan hidupnya sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Pendidikan dasar tidak hanya dapat diperoleh di sekolah, yaitu sekolah dasar. Namun, pendidikan ini juga dapat diperoleh di luar sekolah.

  • Pendidikan menengah

Dalam tingkat pendidikan ini, siswa memperoleh persiapan untuk menjadi anggota masyarakat yang mempunyai kemampuan untuk memberikan hubungan timbal balik dengan lingkungan alam serta sosial budaya di sekitarnya.

Selain itu, selama menempuh pendidikan menengah, siswa juga dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja atau untuk menempuh pendidikan tinggi. Tingkat pendidikan ini dapat berupa pendidikan menengah kejuruan dan umum.

Pendidikan menengah kejuruan mengajarkan hal-hal yang lebih khusus serta cenderung mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja. Sedangkan pendidikan menengah umum mengajarkan hal-hal yang lebih umum dan cenderung mempersiapkan siswa untuk masuk ke pendidikan tinggi.

Bentuk pendidikan menengah adalah SMP, SMA, dan SMK. Untuk saat ini, pemerintah mewajibkan semua anak untuk menempuh sekolah dasar hingga SMP.

  • Pendidikan tinggi

Pada tingkat pendidikan ini, peserta didik dipersiapkan untuk menjadi anggota masyarakat yang profesional atau mempunyai kemampuan tinggi dalam hal akademik. Mereka diharapkan untuk bisa menciptakan teknologi, ilmu pengetahuan, atau seni yang dapat memperbaiki kesejahteraan manusia (Ikhsan, 2005).

d. Hubungan Pendidikan dan Keluarga

Para peserta didik tidak hanya menerima pengaruh pendidikan dari lingkungan sekolah dan masyarakat. Namun, mereka juga mendapat pengaruh dari lingkungan keluarga. Pada awalnya, seorang anak hanya memperoleh pengaruh pendidikan dari ibunya.

Namun, seiring pertumbuhan dan perkembangannya, ia juga memperoleh pengaruh dari ayah dan anggota keluarga lainnya. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa tumbuh kembang seorang peserta didik dipengaruhi oleh kondisi keluarganya (Tirtarahardja et al., 2005).

Keluarga adalah pusat pendidikan yang sangat penting dan menentukan, apalagi di awal kehidupan peserta didik. Keluarga membantu anak mengembangkan perasaan sosial dan mengajarkan gaya hidup tertentu, misalnya gaya hidup sehat.

2. Perilaku Hidup Sehat

a. Konsep Perilaku

Mubarak (2007) dengan mengutip Skinner (1938) mengatakan bahwa perilaku adalah produk dari hubungan stimulus dan respon. Perilaku juga dapat diartikan sebagai tindakan suatu organisme yang bisa diamati.

Terdapat dua bentuk perilaku yang umum diketahui, yaitu perilaku pasif dan perilaku aktif. Perilaku pasif terjadi dalam diri manusia itu sendiri dan terselubung atau dikenal dengan istilah covert behavior. Sehingga, perilaku ini tidak dapat diamati secara langsung. Contoh perilaku ini adalah sikap batin, pikiran, serta pengetahuan.

Perilaku aktif berupa tindakan nyata atau disebut juga overt behavior. Karena tindakan ini berbentuk nyata, maka perilaku aktif ini dapat diamati secara langsung. Contoh perilaku aktif adalah mencuci tangan setiap kali sebelum makan.

b. Teori Perilaku

Menurut teori Green (1980), kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu perilaku dan non-perilaku. Sedangkan perilaku kesehatan dipengaruhi oleh tiga faktor. Mereka adalah:

  • Faktor predisposisi

Faktor ini dapat berupa pengetahuan, keyakinan, sikap, nilai, dan kepercayaan.

  • Faktor pendukung

Faktor ini dapat berupa lingkungan fisik, contohnya adanya fasilitas kesehatan seperti klinik, puskesmas, dan obat.

  • Faktor pendorong

Faktor pendorong ini dapat berupa sikap petugas kesehatan atau masyarakat sekitar.

Selain itu, Green, seperti yang dikutip dalam Mubarak (2007), berpendapat bahwa perilaku masyarakat maupun seseorang ditentukan oleh pengetahuan, kepercayaan, sikap, dan tradisi.

c. Perilaku Kesehatan

Perilaku kesehatan dapat diartikan sebagai respons seseorang terhadap stimulus yang berhubungan dengan rasa sakit, penyakit, lingkungan, dan sistem pelayanan kesehatan. Perilaku ini dibagi menjadi tiga.

Yang pertama adalah perilaku pemeliharaan kesehatan. Contoh perilaku ini adalah pencegahan penyakit, pemenuhan gizi, dan peningkatan kesehatan. Yang kedua adalah penggunaan fasilitas atau sistem kesehatan. Contoh perilaku ini adalah pergi ke puskesmas untuk berobat.

Yang ketiga adalah perilaku kesehatan lingkungan. Salah satu jenis perilaku ini adalah perilaku hidup sehat, misalnya rajin berolahraga, mengkonsumsi makanan sehat, dan tidak merokok.

d. Program Perilaku Hidup Bersih Sehat

Program Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) merupakan upaya untuk mengedukasi masyarakat, keluarga, atau perorangan tentang pengetahuan dan perilaku kesehatan. Sehingga, mereka dapat menjalani hidup sehat dan terhindar dari penyakit. Program PHBS ini juga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga maupun masyarakat (Wahyuni, 2007).

Perilaku hidup bersih sehat terdiri dari berbagai macam kebiasaan. Seseorang, keluarga, atau masyarakat dapat dikatakan telah menjalani PHBS jika mereka menunjukkan indikator tertentu. Indikator ini berupa berbagai macam perilaku hidup bersih sehat.

Berikut ini beberapa indikator PHBS.

  • Pertolongan persalinan dilakukan oleh tenaga medis.
  • Menimbang bayi atau balita di posyandu.
  • Pemberian ASI eksklusif.
  • Masak, mandi, mencuci dengan menggunakan air bersih.
  • Mencuci tangan dengan menggunakan air mengalir serta sabun.
  • Menggunakan jamban saat buang air besar.
  • Memberantas jentik nyamuk
  • Mengkonsumsi buah serta sayur setiap hari.
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur
  • Tidak merokok di dalam rumah.

Contoh Tinjauan Pustaka Karya Ilmiah

Dalam penyusunan tinjauan pustaka karya ilmiah melibatkan tentang masalah dan solusi yang ditawarkannya. Berikut ini adalah contohnya :

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA KARYA ILMIAH

Diskusi

Menurut Kamus Bahasa istilah diskusi muncul dari kata discuture yang artinya adalah suatu keadaan jelas dengan cara-cara dilakukan lewat pemecahan ataupun merugikan “to clear by breaking up or cuturing”.

Menurut Busyiruddin Uswan “2002” diskusi adalah proses yang bisa melibatkan dua individu atau lebih saling berintegrasi secara verbal, berhadapan, bertukaran informasi dan mempertahankan masing-masing pendapat.

Demi menyelesaikan masalah-masalah tertentu “problem solving” melalui cara yang lebih rasional dan objektif. Dengan begitu upaya untuk menumbuhkan wacana diskusi terhadap generasi muda sangatlah penting untuk dilakukannya.

Dimana tujuannya hanya untuk membentuk sikap yang lebih dalam terhadap fenomena sosial yang ada. Kemudian juga untuk upaya peningkatan diskusi mengintegrasikan kebersamaan untuk mengasah ilmu pengetahuan, Kusuma Indara “2007” menjelaskan kalau akal kolektif cenderung kuat dari pada individual.

Contoh hal yang bisa dijadikan sebagai tema diskusi adalah fenomena media massa yang sedang ramai dibicarakan oleh publik.

Sebab adanya terjadi pemblokiran media khususnya islam yang dilakukan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika “Kemkominfo” dan Badan Nasional Penggulangan Terorisme “BNPT”, beralasan memprotes konflik horizontal “agama” dan mencegah pertumbuhan terorisme di Negara Indonesia.

Maka dari itu disinilah menjadi alasan kenapa peran dari para pemuda harus ikut berdiskusi sebagai sikap kritis, karena memang pemuda adalah masa depan bangsa.

Contoh Tinjauan Pustaka Skripsi

Contoh Tinjauan Pustaka Skripsi

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA SKRIPSI

Etika Seorang Individu

Dari kecil Kita sudah diajarkan sopan dan santun, menghormati orang yang lebih dewasa, ini adalah bentuk penanaman etika sejak dini. Etika ini sangat penting untuk menentukan kualitas diri pada seseorang.

Etika ini sangatlah beragam, contohnya seperti menatap lawan bicara pada saat sedang berbicara, pamit dan salam ketika pergi, pulang kerumah, menghargai pendapat orang lain, menghargai keputusan, mendengarkan orang saat berbicara, mencaga etika tingkah laku, lisan dan cara memperlakukan orang secara baik.

Yang menjadi masalah saat ini banyak sekali kalangan remaja atau milenial yang menganggap remeh hal ini, dima ketika bertemu di dalan seperti orang yang tidak kenal namun di media sosial seperti orang yang sudah sangat akrab dan kurang perhatian di sekitarnya menjadi masalah bagi kaum remaja saat ini.

Dengan keadaan ini yang menjadi masalah utama adalah bagaimana menyikapi ini dan bagaimana mencari solusi dan jalan keluarnya.

Dari contoh-contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa bentuk tinjauan pustaka yang satu dengan yang lain tidak tepat sama.

Tinjauan pustaka untuk laporan praktikum cenderung lebih sederhana dan untuk makalah tergabung dengan pembahasan. Selain itu, dalam menulis landasan teori, Anda tidak boleh lupa untuk menuliskan sumber pustaka. Hal ini sangat penting terutama untuk tugas akhir.

Hallo ! Belajar Terus dan memberikan manfaat bagi orang lain. Seorang pemuda yang hobi menulis tentang pengetahuan.