Pengertian Resiko Adalah

Pengertian Resiko – Pada dasarnya kehidupan manusia selalu berkisar antara ketidak pastian yan berkepanjangan dan cenderung terus menerus keadaan seperti inilah lazim disebut sebagai suatu risiko.

Bahwa sesungguhnya manusia itu selalu menghadapi yang namanya risiko, karena memang pada hakekatnya manusia merupakan suatu obyek tumpuan risiko, yang sebagaiman sifat hakiki manusia itu sendiri. Jadi bisa kita ambil kesimpulan bahwa yang namanya suatu risiko tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia , disamping tersebut tidak ada seorangpun yang dapat bebas dari suatu risiko.

Arti dan pengertian risiko, sebenarnya tidak bisa lansung dijawab, mengigat begitu luasnya ruang lingkup serta banyaknya segi-segi yang mempengaruhinya. Disamping tersebut juga karena banyaknya pendapat dari para sarjana dan ilmuan yanag memberikan pengertian dan batasnya sesui dengan sudut pandang dan titik berat dari mana seseorang tersebut melihat dan mengamatinya.

Pengertian risiko adalah suatu keadaan dimana terdapat unsur ketidakpastian dan unsur bahaya, akibat atau konsekuensi dari suatu proses yang sedang berlangsung maupun kejadian yang akan datang.

Semua aktivitas individu maupun aktivitas organisasi pasti mengandung yang namanya risiko didalamnya karena mengandung unsur ketidakpastian. Suatu Risiko bisa terjadi dikarenakan tidak ada atau kurangnya informasi tentang sesuatu hal yang akan terjadi di masa yang akan datang, baik itu berupa hal baik yang menguntungkan ataupun hal yang merugikan.

Pengertian risiko menurut para ahli

Pengertian Resiko
Pengertian Resiko

Nah untuk lebih memahami tentang apa itu pengertian risiko, maka kita bisa memperhatikan beberapa pendapat dari para ahli tentang definisi risiko. Berikut ini adalah pengertian risiko menurut para ahli:

1. Prof. Dr. Ir.Soemarno,M.s

Menurut dr.ir.soemarno pengertian risiko adalah suatu kondisi yang timbul karena adanya ketidakpastian dengan seluruh konsekuensi yang tidak menguntungkan yang mungkin terjadi.

2. Coso

Menurut coso erm 2004, pengertian risiko adalah kemungkinan terjadinya suatu peristiwa yang dapat berpengaruh terhadap suatu pencapaian tujuan organisasi.

3. Griffin

Menurut griffin pengertian risiko adalah ketidakpastian tentang suatu peristiwa di masa depan atas hasil yang diinginkan atau tidak diinginkan.

4. Arthur Williams dan Ricard M.h

Menurut arthur williams dan richard,m.h pengertian risiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama beberapa periode tertentu.

5. Hanafi

Menurut hanafi pengertian risiko adalah bahaya,dari suatu akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat dari sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan akan datang.

6. Herman Darmawi

menurut herman darmawi pengertian risiko adalah probabilitas suatu hasil yang berbeda dengan yang diharapkan.

7. Subekti

menurut subekti pengertian risiko adalah kewajiban memikul kerugian yang disebabkan karena suatu kejadian diluar kesalahan salah satu pihak.

8. A. Abas Salim

Menurut a.abas salim pengertian risiko adalah ketidakpastian (uncertainty) yang mugkin mengakibatkan peristiwa kerugian (loss).

9. Ahli Statistik

Menurut ahli statistik pengertia risiko merupakan derajat penyimpangan suatu nilai disekitar suatu posisi sentral atau disekitar titik rata-rata.

10. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pengertian risiko menurut KBBI adalah segala kemungkinan tejadinya peristiwa yang dapat merugikan perusahaan.

Jenis-Jenis Risiko Secara Umum

Pengertian Resiko
Pengertian Resiko

Setelah membahas tentang pengertian risiko sekarang kita bahas tentang jenis-jenis risiko, secara umum jenis-jenis risiko dapat dibedakan kedalam empat kelompok. Berikut adalah beberapa jenis risiko:

1. Risiko Murni (Pure Risk)

pengertian risiko murni adalah suatu risiko yang jika terjadi akan mengakibatkan suatu kerugian dan jika tidak terjadi maka tidak akan mengakibatkan keuntungan. Ada dua hal yang dapat diakibatkan oleh risiko ini, yaitu rugi atau break eve.

Contoh risiko murni ini adalah: kecelakaan lalu lintas, kebakaran, pencurian, dan lain-lain

2. Risiko Spekulatif(Speculative Risk)

Pengertian risiko spekulatif adalah risiko yang dapat menimbulkan suatu keuntungan dan suatu kerugian. Ada tiga hal yang dapat diakibatkan oleh risiko ini, yaitu rugi, untung, break eve.

Contoh risiko spekulatif adalah: bermain judi, bursa efek, lotre (membeli undian berhadiah), dan lain-lain

3. Risiko Partikular

Risiko partikular adalah suatu risiko yang yang bersumber dari individu dan berdampak secara lokal.

Contoh risiko partikular adalah kecelakaan kendaraan.

4. Risiko Fundamental

Risiko fundamental adalah risiko yang bersumber dari alam atau lingkungan dan berdampak sangat besar.

Contoh risiko fundamental adalah tsunami, gempa bumi, banjir bandang, angin topan, dan lain-lain

5. Resiko Likuiditas ( Ketersediaan Uang Tunai)

Resiko ini adalah resiko di mana ketersediaan uang tunai tidak memenuhi. Resiko ini biasanya terjadi jika ada tagihan yang macet dalam suatu perusahaan dari pelanggan yang mana menyebabkan terjadinya suatu permasalahan dalam keuangan tunainya.

6. Resiko Permodalan

Resiko permodalan adalah resiko karena terjadinya kerugian dalam penjualan suatu perusahaan. Permodalan disini bisa berupa keuangan, likuiditas maupun dalam penjualan dimana kesemuanya ini membuat modal untuk usaha mengalami penurunan. Misalnya, pengusaha sepatu pantophel mengalami kekalahan dalam persaingan yang membuatnya rugi total.

7. Resiko Pasar

Resiko pasar adalah resiko yang terjadi karena persaingan dan membuat perubahan pola pikir dalam persaingan pasar tersebut. Tidak hanya itu, resiko pasar ini juga terjadi karena perubahan dari gaya hidup masyarakat. Contohnya, seorang pengusaha celana jeans kalah saing dengan pengusaha celana cinos, karena sekarang banyak yang lebih menyukai celana cinos dibandingkan dengan celana jeans.

Jenis-Jenis Resiko Dalam Perusahaan

Pengertian Resiko
Pengertian Resiko

Selanjutnya kita bahas tentang jenis- jenis risiko dalam perusahaan,dalam dunia usaha risiko diartikan sebagai suatu keadaan atau kejadian yang bisa mengancam pencapaian tujuan dan sasaran sebuah perusahaan. Sehingga diperlukan adanya manajemen risiko yang dapat meminimalisir suatu kerugian yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

1. Risiko Bisnis (Business Risk)

Pengertian risiko bisnis adalah risiko yang dihadapi suatu perusahaan terhadap kualitas dan keunggulan dari hasil produk mereka yang beredar dipasaran. Munculnya inovasi di bidang teknologi desain produk.dan pemasaran mengakibatkan ketidakstabilan pada berbagai aktivitas dalam bisnis.

2. Risiko Srategi (Strategic Risk)

Pengertian risiko strategi adalah merupakan risiko yang dihadapi oleh suatu perusahaan akibat dari adanya perubahan fundamental pada lingkungan ekonomi atau politik. Risiko ini cenderung sulit untuk di prediksi karena sangat berkaitan dengan berbagai hal makro di luar perusahaan. Contohnya kebijakan ekonomi suatu negara, kebijakan politik dan lain-lain.

3. Risiko Keuangan (Financial Risk)

Pengertian risiko keuangan adalah risiko yang muncul karena adanya pergerakan dari pasar finansial yang tidak bisa diprediksi. Risiko ini sangat berhubungan erat dengan kerugian yang mungkin dialami pasar finansial, misalnya kegagalan “defaults’ dalam obligasi finansial, kerugian karena pergerakan tingkan suku bunga.

Selain hal tersebut, jenis-jenis risiko juga dapat diklarifikasikan berdasarkan konsekuensi yang diakibatkan. Berikut ini adalah jenis-jenis berdasarkan konsekuensi yang diakibatkannya:

  • Risiko yang tidak bisa diterima (Unaceptable Risk), yaitu suatu risiko yang dihilangkan atau bila memungkinkan ditransfer kepada pihak lain karena tidak dapat diterima.
  • Risiko yang tidak diinginkan (Undesirable Risk), yaitu suatu risiko yang membutuhkan penanganan / mitigasi risiko sampai pada level yang dapat diterima.
  • Risiko yang dapat diterima (Acceptable Risk), yaitu jenis risiko yang dapat diterima karena dampaknya masih dalam batas yang dapat diterima.
  • Risiko yang dapat diabaikan (Negligible Risk), yaitu suatu risiko yang dampaknya sangat kecil sehingga dapat kita abaikan.

Baca Jufa : Pengertian Iklan

Sumber-Sumber Risiko

Pengertian Resiko
Pengertian Resiko

Berikutnya kita bahas tentang sumber-sumber risiko, tentunya kita tidak dapat memutuskan kalau tidak berdasarkan dari sumber yang kuat dan terpercaya. Sumber risiko ini bisa dari banyak hal dan harus diketahui serta diidentifikasi sebagai dasar penanganan risiko tersebut. Menurut Godfrey ada beberapa sumber-sumber risiko yang harus diperhatikan antara lain yaitu:

1. Politik (Political)

Resiko politik adalah risiko yang berasal dari kebijakan-kebijakan berpolitik. Salah satu contohnya: kebijakan pemerintah, pendapat publik. Perubahan ideologi, peraturan dan lain-lain yang ada disuatu negara.

2. Lingkungan (Environmental)

Resiko lingkungan adalah risiko yang berasal dari lingkungan sekitar. Contohnya: pencemaran,perizinan, opini publik, kebijakan internal/ perusahaan, dampak lingkungan hidup, dan lain-lain.

3. Perencanaan (Planning)

Resiko Perencanaan adalah suatu risiko yang berasal dari proses perencanaan suatu bisnis. Contohnya: persyaratan perizinan, tata guna lahan, dampak sosial dan ekonomi, opini publik dan lain-lain.

4. Pemasaran (Marketing)

Resiko pemasaran adalah suatu risiko yang bersumber dari proses pemasaran. Resiko dari pemasaran ini ada dua yaitu resiko untung dan resiko rugi, resiko terjual dan resiko gagal. Salah satu contohnya: permintaan (perkiraan), persaingan, kepuasan pelanggan, tren, dan lain-lain.

5. Ekonomi (Economic)

Resiko ekonomi adalah suatu risiko yang bersumber dari kebijakan ekonomi. Contohnya:kebijakan keuangan, perpajakan, inflasi, suku bunga, kurs mata uang ,dan lain-lain.

6. Keuangan (Financial)

Resiko keuangan adalah suatu risiko yang bersumber dari keuangan perusahaan. Resiko keuagnan ini sangat berpengaruh sekali untuk perkembangan masyarakat. Contohnya: kebangkrutan, keuntungan, asuransi, dan lain-lain.

7. Alami (Natural)

Resiko alami adalah suatu risiko yang bersumber dari alam. contohnya: kondisi tanah, cuaca, gempa, temuan situs arkeologi, dan lain-lain.

8. Proyek (Project)

Resiko proyek adalah suatu risiko yang ditimbulkan dari kegiatan suatu proyek. contohnya: strategi pengadaan, persyaratan untuk kerja, standart, kepemimpinan, rencana kerja, dan lain-lain.

9. Teknis (Technic)

Resiko teknis adalah suatu risiko yang ditimbulkan dari hal-hal teknis. Contohnya: kelengkapan desain, efisiensi operasional, keandalan, dan lain- lain.

10. Manusia (Human)

Resiko manusia adalah suatu risiko yang sumbernya di sebabkan oleh manusia. Contohnya: keasalahan dalam melakukan prosedur, tidak kompeten, kelalaian, kelelahan, budaya, dan lain-lain.

11. Kriminal (Criminal)

Resiko kriminal adalah suatu risiko yang disebabkan oleh adanya potensi tindak kriminal. Contohnya: perusakan, pencurian, penipuan, korupsi, dan lain-lain.

12. Keselamatan (Safety)

Resiko keselamatan adalah suatu risiko yang berhubungan dengan keselamatan kerja. Contohnya: zat berbahaya, tabrakan, keruntuhan, kebanjiran, kebanjiran, kebakaran dan ledakan.

Pengelolaan Risiko Dalam Bisnis

Pengertian Resiko
Pengertian Resiko

Dari pengertian risiko dan jenis-jenisnya diatas yang kita sudah bahas selanjutnya kita bahas bagaimana upaya yang bisa kita lakukan untuk mengelola risiko dalam bisnis. diantaranya pengelolaannya adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi Risiko

Sebelum bisa mengelola risiko, seorang manajer harus melakukan yang namanya identifikasi terlebih dahulu terhadap kemungkinan risiko-risiko yang akan dialami oleh suatu perusahaan kedepannya. Namun tidak semua bidang bisnis mempunyai jenis risiko yang sama,sehingga dalam upaya identifikasi risiko kita harus sesuaikan terlebih dahulu terhadap maksud dan tujuan dari bisnis tersebut didirikan.

Kemudian identifikasi paling dasar bisa kita lakukan dengan cara mengontrol kelancaran arus kas, pasokan bahan baku, integritas SDM hingga kemungkinan adanya suatu bencana alam.

2. Penilaian Risiko

Selanjutnya setelah anda membuat daftar kemungkinan risiko yang akan dialami oleh perusahaan, lalu anda bisa membuat penilaian dari setiap risiko-risiko tersebut. Tahap ini bisa anda lakukan dengan memberikan penilaian mulai dari yang beresiko sangat tinggi, sedang dan rendah.

Selain itu juga jangan lupa untuk memberikan penilaian risiko kritikal dimana risiko ini bisa berampak besar untuk melumpuhkan suatu perusahaan.

3. Rencana Penanggulangan

Kemudian upaya yang perlu anda buat adalah rencana penanggulangan dari setiap risiko-risiko yang sudah teriidentifikasi, terutama pada risiko kritikal. Rencana penanggulangan ini bertujuan untuk mengantisipasi perusahaan jika dikemudian hari mengalami risiko-risiko yang sudak kita prediksi sebelumnya. Pada umumnya tahap seperti ini bisa kita lakukan dengan mengansuransikan perusahaan kesehatan karyawan dan lainnya.

4. Monitoring dan Evaluasi

Selanjutnya adalah langkah terakhir yang harus kita lakukan agar sesuai dengan rencana, kita harus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap setiap rencana yang telah kita susun sebelumnya. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengetahui mana rencana yang berjalan sesui dengan tujuan kita atau efektif dan mana yang tidak sesuai dengan rencana kita.

Demikian tadi adalah beberapa pembahasan tentang resiko. Mulai dari Pengertian, Jenis, sumber karakteristik dan lain – lain, semoga bisa menambah wawasan kita mengenai resiko.

Pengertian Resiko

Hallo ! Belajar Terus dan memberikan manfaat bagi orang lain. Seorang pemuda yang hobi menulis tentang pengetahuan.